Oppo Restrukturisasi Realme dan OnePlus, ColorOS Bakal Jadi Sistem Operasi Utama?
- Realme
Olret – Oppo mengumumkan restrukturisasi besar terhadap dua merek saudaranya, Realme dan OnePlus, sebagai bagian dari strategi untuk menyederhanakan operasional bisnis global. Langkah ini bertujuan mengurangi tumpang tindih pengembangan produk sekaligus memperjelas posisi masing-masing merek di pasar.
Melalui perubahan strategi tersebut, Oppo ingin setiap brand lebih fokus pada kekuatan utamanya sehingga dapat bersaing lebih efektif di tengah pasar smartphone yang semakin kompetitif.
Realme Fokus ke Pasar Global, OnePlus Perkuat Domestik
Berdasarkan pernyataan resmi Realme, perusahaan kini akan memusatkan perhatian hampir sepenuhnya pada pasar internasional. Artinya, peluncuran perangkat baru maupun pembaruan perangkat lunak akan diprioritaskan untuk pengguna di luar Tiongkok.
Sebaliknya, Realme disebut tidak lagi melanjutkan pengembangan produk baru untuk pasar domestik Tiongkok.
Sementara itu, OnePlus akan mengalihkan fokus utamanya ke pasar Tiongkok. Merek tersebut juga tetap berkomitmen menghadirkan pembaruan perangkat lunak bagi pengguna di India, tetapi untuk sementara menunda peluncuran produk baru di kawasan Eropa dan Amerika Utara.
Pembagian peran ini diharapkan mampu mengurangi persaingan internal di dalam ekosistem Oppo sekaligus membuat pengembangan produk menjadi lebih efisien.
ColorOS Dipersiapkan Menjadi Platform Utama
Perubahan terbesar juga terjadi di sektor perangkat lunak. Ke depannya, perangkat Realme dan OnePlus yang memenuhi syarat secara global akan memiliki opsi untuk menggunakan ColorOS, antarmuka Android milik Oppo.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Oppo semakin mengarah pada penyatuan tiga antarmuka Android yang selama ini digunakan, yakni ColorOS, OxygenOS, dan realme UI, ke dalam satu platform utama berbasis ColorOS.
Bahkan, bukan tidak mungkin perangkat dari ketiga merek tersebut akan langsung dipasarkan dengan ColorOS sebagai sistem operasi bawaan pada masa mendatang.
Alasan Oppo Menyatukan Ekosistem Software
Langkah ini dinilai logis dari sisi bisnis. Mengembangkan tiga antarmuka berbeda membutuhkan sumber daya, biaya, dan proses pengembangan yang lebih besar.
Dengan memusatkan pengembangan pada ColorOS—yang sebelumnya telah terintegrasi dengan OxygenOS sejak 2021—Oppo berpotensi mempercepat pengembangan fitur baru, mempercepat distribusi pembaruan keamanan, sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dalam jangka panjang.