Ketika Karakter Sinetron Bikin Emosi, Tapi Kru Produksi Jadi Sasaran: Di Mana Letak Batas Penonton?

Ilustrasi perdebatan di media sosial
Sumber :
  • Pexels/Sanket Mishra

Olret – Belakangan terjadi hal tidak menyenangkan  kepada salah satu kru produksi Asmara Gen Z. Vemmy Sagita selaku sutradara mengaku mendapat sejumlah teror di Instagram hingga WhatsApp yang mengganggu kehidupan sehari-harinya. Teror tersebut dikarenakan sebagian penonton tidak puas akan alur yang ada di sinetron

img_title Kim Hye Joon Janjikan Sisi Berbeda di “A Shop for Killers 2”: Naluri Membunuh Jeong Ji An Akan Lebih Kuat

Perdebatan Netizen Mengenai Cerita di Sinetron

Fenomena ini memunculkan perdebatan di media sosial terkait respons penonton mengenai sinetron Asmara Gen Z. Alur cerita yang melibatkan konflik hubungan antar tokohnya menyebabkan penonton terbagi menjadi beberapa kubu pro dan kontra. 

img_title Lebih Dari Sekadar Tampan, Warganet Sebut Heo Namjun dan San ATEEZ Populerkan Visual Northern Grand Duke

Sebagian penonton merasa bahwa sang sutradara bias terhadap pemain sinetron yang akrab disebut AGZ tersebut. Mereka menyebutkan bahwa aktor yang merupakan kerabat sutradara diberikan peran yang baik-baik, sedangkan aktor dan aktris lain diberikan peran yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Sedangkan sebagian kubu menyebutkan alur yang terjadi di sinetron tidak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi kru produksi dan aktor.

Di sisi lain, ada penonton yang menilai bahwa karakter yang kompleks dan abu-abu justru memiliki daya tarik tersendiri. Sebab, seringkali tokoh di sinetron hanya digambarkan sebagai tokoh yang hitam-putih. Diversifikasi pandangan ini sebenarnya wajar dalam dunia fiksi. Namun, tetap saja fenomena keterikatan antara penonton dengan plot di sinetron menimbulkan beberapa kasus mulai dari kritik positif hingga hal-hal ekstrem seperti teror mencekam. 

img_title 3 Alasan Wajib Nonton The East Palace, Drakor Comeback Wamil Nam Joo Hyuk

Fenomena Penonton yang Merasa Sinetron adalah Bagian Kehidupan 

Sebenarnya fenomena keterikatan antara penonton dengan sinetron bukanlah hal baru. Penonton merasa cerita di sinetron merasuki kehidupannya sehingga jika terjadi sesuatu pada alur maupun aktor sinetron, penonton merasa harus melakukan sesuatu. Mereka merasa berhak melakukan apapun agar sinetron tersebut berjalan sesuai harapannya, termasuk kritik pedas pada kru produksi. Mereka merasa bahwa berhak melakukannya karena merasa cerita sinetron adalah bagian dari kehidupannya yang harus dibela habis-habisan.     

Bukti Pertengkaranmu Sudah Tidak Sehat

Photo :
  • tvN

Mungkin pada awalnya fenomena keterikatan antara penonton dan sinetron terdengar positif. Sebab artinya, sinetron yang dibuat berhasil memikat emosi penonton dan merasuk dalam hidupnya. Namun, lambat laun emosi yang muncul pada penonton mulai bergeser ke ranah yang kurang sehat. 

Halaman Selanjutnya
img_title