Pemeran Cinta di Film "Rangga & Cinta", Leya Princy Tunjukkan Sisi Lain Lewat Buku “Ayah Paruh Waktu"
- Instagram/harleyavaprincy
Olret – Leya Princy dikenal luas melalui film musikal bertajuk “Rangga & Cinta”. Berperan sebagai tokoh Cinta, gadis pemilik nama lengkap Harleyava Princy Maryadi ini rupanya berhasil mencuri perhatian pubtulislik lewat aktingnya yang natural dan sedap dipandang mata. Kini, gadis yang akrab disapa Leya tersebut diperhitungkan oleh publik sebagai aktris muda yang tengah naik daun.
Kepribadiannya yang ceria dan manis pun membuat Leya jadi sosok aktris muda yang dicintai warganet. Selain itu, Leya juga beberapa kali terlihat aktif sebagai relawan kemanusiaan bersama salah satu organisasi filantropi digital di Indonesia. Keberuntungan Leya di industri hiburan pun menimbulkan decak kagum warganet.
Bagaimana tidak? Ketika baru pertama kali debut akting di layar lebar, Leya kemudian turut menghadiri festival film bergengsi, BIFF (Busan International Film Festival) di Busan, Korea Selatan. Tak hanya sendiri, Leya datang ke festival tersebut bersama lawan mainnya, El Putra Sarira, sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana. Tak lupa Nicholas Saputra serta Dian Sastrowardoyo turut datang memberikan dukungan.
Selain dikenal sebagai gadis berkepribadian manis, Leya juga diketahui memiliki hobi di bidang kreatif seperti menyanyi dan menulis. Bahkan baru-baru ini, sisi kreatif dari putri Ferry Maryadi tersebut dituangkan melalui proyek “Ayah Paruh Waktu”. Dalam buku tersebut, Leya kini menunjukkan sisi lainnya yang lebih personal kepada pembaca khususnya penggemarnya yang akrab disapa Leyor.
Melalui partisipasi Leya dalam buku “Ayah Paruh Waktu”, Leya akan mengungkapkan kecintaannya terhadap dunia tulis-menulis dan menghadirkan sudut pandang berbeda yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dilansir dari laman Instagram resmi Bentang Pustaka selaku penerbit pada Sabtu (27/6/2026), Leya akan menuliskan kisah pribadinya dan bagaimana caranya memandang sosok ayah. Melalui tulisan tersebut, ia mengajak pembaca melihat hubungan keluarga dari sudut pandang yang lebih personal.
Tulisan Leya dalam buku “Ayah Paruh Waktu” sendiri berjudul “Tumbuh di Keluarga Tak Utuh”. Salah satu narasi dalam cerita tersebut yaitu, “Sebuah kisah tentang seorang anak perempuan yang tumbuh di antara dua cinta yang terpisah, namun menemukan bahwa ayahnya tetap menjadi payung paling setia di setiap titik hidup yang paling membutuhkan.”