Mana yang Lebih Sehat: Kefir atau Kombucha? Cari Tahu Jawabannya di Sini

Kefir
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/bottle-container-cream-creamy

OlretKefir dan kombucha sama-sama merupakan minuman hasil fermentasi yang memiliki berbagai manfaat kesehatan.

img_title 5 Efek Samping dari Mengonsumsi Yogurt Yunani Terlalu Banyak, Apa Saja?

Meskipun keduanya termasuk dalam kategori makanan fermentasi, terdapat sejumlah perbedaan di antara keduanya dalam hal proses pembuatan, kandungan nutrisi, cita rasa, dan tekstur.

Artikel ini mengulas perbedaan antara kefir dan kombucha untuk membantu Anda menentukan mana yang mungkin menjadi pilihan lebih sehat bagi Anda. Berikut ini adalah penjelasannya.

img_title 5 Efek Samping Akibat Terlalu Banyak Mengonsumsi Yogurt, Apa Saja?

Cara Pembuatannya

Baik kefir maupun kombucha memerlukan bahan starter untuk menjalani fermentasi, yaitu proses saat bakteri, ragi, atau mikroorganisme lainnya menguraikan molekul glukosa atau gula.

img_title 5 Efek Samping Akibat Mengonsumsi Kefir Terlalu Banyak, Apa Saja?

Namun, salah satu perbedaan utamanya adalah kefir secara tradisional berbahan dasar susu, sedangkan kombucha berbahan dasar teh hijau atau teh hitam.

1. Kefir

Butiran kefir yang secara teknis bukanlah biji-bijian merupakan bahan utama untuk membuat kefir. Butiran ini mengandung campuran ragi dan bakteri yang terikat bersama oleh protein susu serta gula kompleks yang disebut polisakarida.

Butiran-butiran ini dimasukkan ke dalam susu dan didiamkan selama 18–24 jam untuk proses fermentasi. Setelah fermentasi selesai, butiran kefir dipisahkan dari cairan dan dapat digunakan kembali untuk membuat kefir berikutnya. Cairan yang tersisa itulah yang disebut kefir.

Perlu diketahui bahwa ada juga kefir air, yang dibuat menggunakan biji kefir dengan air kelapa atau air biasa serta tambahan gula sebagai pengganti susu. Kefir air tidak sepopuler atau semudah ditemukan dibandingkan kefir tradisional berbahan dasar susu.

2. Kombucha

Kombucha terbuat dari teh, bakteri, dan gula. Minuman ini dibuat dengan mencampurkan kultur simbiotik bakteri dan ragi (SCOBY) dengan teh hijau atau teh hitam. 

Campuran tersebut didiamkan selama 10–14 hari, dan selama proses ini, gula sering kali ditambahkan untuk memberikan rasa yang lebih manis.

Selama proses fermentasi kombucha berlangsung, lapisan SCOBY baru akan terbentuk di permukaan cairan. Lapisan ini bertekstur tebal dan berlendir, serta dapat disingkirkan untuk menyisakan cairan kombucha saja. 

SCOBY yang telah disingkirkan tersebut dapat digunakan kembali untuk membuat kombucha dalam takaran berikutnya.

Meski tidak sepopuler produk komersial, sebagian orang gemar mencampurkan kombucha dan kefir menjadi satu minuman saat membuatnya di rumah. 

Halaman Selanjutnya
img_title