Cara Memilih Yogurt Terbaik untuk Kesehatan, Jangan Sampai Salah Pilih
- https://www.pexels.com/photo/a-bowl-of-cereals-with-fresh-fruits-topping
Olret – Yogurt sering dipasarkan sebagai makanan sehat. Namun, tambahan gula dan perisa pada banyak produk yogurt dapat mengubah manfaat kesehatannya. Inilah salah satu alasan mengapa memilih dari beragam pilihan yogurt di rak toko swalayan bisa membingungkan.
Ikuti panduan ini untuk mengetahui apa yang perlu diperhatikan dan apa yang sebaiknya dihindari saat berbelanja yogurt yang lebih sehat.
1. Selalu baca labelnya
Membaca label adalah langkah awal yang penting saat memutuskan makanan apa yang akan dibeli. Hal ini karena memahami label sangatlah penting untuk mengetahui apa sebenarnya yang terkandung dalam makanan Anda.
Jika Anda tahu apa yang perlu diperhatikan, label tersebut dapat memberikan banyak informasi mengenai setiap produk yogurt.
2. Daftar bahan
Meskipun semua yogurt pada awalnya adalah yogurt tawar (plain), saat tiba di rak pendingin toko, produk tersebut mungkin sudah mengandung berbagai bahan tambahan seperti gula, perisa buatan, pewarna, penstabil, dan pengawet.
Jika memungkinkan, pilihlah yogurt dengan sedikit bahan penyusun. Kandungannya sebaiknya hanya terdiri dari susu, kultur bakteri yang digunakan untuk mengubah susu menjadi yogurt, dan tidak banyak bahan lainnya.
Hal yang sama berlaku jika Anda mengonsumsi yogurt non-susu; pastikan daftar bahannya sesingkat mungkin.
Bahan-bahan dicantumkan berdasarkan beratnya, jadi hindarilah yogurt yang mencantumkan gula di urutan awal daftar bahan. Lebih baik lagi, hindari sama sekali yogurt yang mengandung jenis gula tambahan apa pun dalam daftar bahannya.
Gula bisa tercantum dengan berbagai nama berbeda, antara lain:
- Sukrosa.
- Sirup jagung tinggi fruktosa.
- Jus buah.
- Gula tebu.
- Nektar agave.
3. Informasi nilai gizi
Informasi nilai gizi pada label dapat memberikan rincian yang sangat spesifik. Ukuran takaran saji dan jumlah kalori per sajian tercantum di bagian atas. Informasi nilai gizi juga menunjukkan kandungan karbohidrat, lemak, protein, dan gula dalam setiap sajian.
Perlu diingat bahwa satu kemasan mungkin berisi lebih dari satu takaran saji, yang berarti jumlah kalorinya pun lebih tinggi.
Dulu, label informasi nilai gizi tidak membedakan antara gula tambahan dan gula alami, sehingga sulit untuk mengetahui seberapa banyak gula yang telah ditambahkan.