5 Efek Samping Akibat Mengonsumsi Kefir Terlalu Banyak, Apa Saja?
- https://www.pexels.com/photo/milk-on-glass-bottle-beside-pink-flowers-on-white-vase
Meningkatkan asupan probiotik pada awalnya dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti perut kembung, sembelit, mual, diare, dan kram perut.
3. Mengandung karbohidrat
Meskipun kandungan nutrisi kefir yang tepat dapat bervariasi tergantung mereknya, minuman ini umumnya mengandung sejumlah karbohidrat dalam setiap sajiannya.
Sebagai contoh, 1 cangkir (243 ml) kefir susu rendah lemak tanpa rasa mengandung sekitar 12 gram karbohidrat. Demikian pula, 1 cangkir (240 ml) kefir air mengandung sekitar 13 gram.
Meskipun hal ini mungkin tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang, mereka yang menjalani diet rendah karbohidrat atau diet ketogenik mungkin perlu membatasi asupan makanan yang mengandung karbohidrat, termasuk kefir.
Selain itu, penderita diabetes mungkin juga perlu memantau asupan karbohidrat mereka secara cermat untuk mengelola kadar gula darah.
Bagi penderita diabetes, sebaiknya batasi konsumsi kefir hingga 1–2 cangkir (237–473 mL) per hari demi menjaga kadar gula darah tetap sehat, serta pastikan untuk memperhitungkan kandungan karbohidrat dalam kefir ke dalam total asupan karbohidrat harian Anda.
Karena kefir umumnya mengandung 12–13 gram karbohidrat per sajian, penderita diabetes dan orang yang menjalani diet rendah karbohidrat mungkin perlu membatasi konsumsinya.
4. Mungkin tidak cocok untuk orang-orang tertentu
Jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis profesional sebelum menambahkan makanan kaya probiotik, seperti kefir ke dalam pola makan Anda.
Meskipun penelitian pada umumnya menunjukkan bahwa makanan ini kemungkinan aman bagi penderita penyakit autoimun, beberapa laporan kasus mengaitkan penggunaan probiotik dengan efek samping serius, seperti peningkatan risiko infeksi.
Walaupun jarang terjadi, probiotik juga dikaitkan dengan masalah seperti sepsis, yaitu komplikasi infeksi yang berpotensi mengancam jiwa.
5. Dapat meningkatkan kadar gula darah
Kefir tawar tanpa pemanis dapat membantu mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Namun, kefir yang mengandung tambahan gula justru dapat meningkatkan kadar gula darah.
Lonjakan kadar gula darah seperti ini dapat terjadi akibat konsumsi minuman manis apa pun. Oleh karena itu, penting untuk membaca label produk guna memeriksa adanya tambahan gula, terutama jika Anda menderita diabetes.