5 Efek Samping dari Mengonsumsi Yogurt Yunani Terlalu Banyak, Apa Saja?

Yogurt Yunani Fermentasi
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/a-bowl-of-yogurt-with-olives-and-mint-leaves

OlretYogurt Yunani kini telah menjadi pilihan makanan yang mengenyangkan, lezat, dan sehat di dapur banyak orang Amerika. 

img_title 5 Manfaat dari Mengonsumsi Kimchi bagi Kesehatan Tubuh, Apa Saja?

Bahkan, banyak orang mengonsumsi yogurt Yunani setiap hari sebagai pelengkap praktis untuk berbagai hidangan, baik yang bercita rasa manis maupun gurih, mulai dari sajian yogurt dalam mangkuk, smoothie, dan aneka kue panggang, hingga saus cocolan, saus masakan, dan saus pelengkap hidangan (dressing).

Namun, apa yang terjadi jika Anda mengonsumsi yogurt Yunani secara berlebihan? Berikut ini akan dijelaskan mengenai lima efek samping dari mengonsumsi yogurt Yunani terlalu banyak.

img_title 4 Manfaat dan Kegunaan dari Mengonsumsi Melatonin, Apa Saja?

1. Perut kembung dan gas

Perut kembung dapat disebabkan oleh fermentasi sisa laktosa di dalam usus, pertumbuhan bakteri berlebih di usus halus (SIBO), atau sensitivitas terhadap produk sampingan fermentasi. 

img_title 8 Makanan dan Minuman Fermentasi untuk Meningkatkan Pencernaan dan Kesehatan

Gas merupakan hasil dari fermentasi mikroba terhadap karbohidrat yang tidak tercerna, termasuk laktosa. Bahkan jumlah yang sedikit pun dapat menimbulkan masalah jika komunitas mikroba Anda siap untuk memfermentasikannya secara cepat.

2. Diare atau sembelit

Pada individu dengan intoleransi laktosa, laktosa dapat menarik air ke dalam usus besar dan meningkatkan motilitas (menyebabkan diare). Pada orang lain, perubahan pola makan atau sensitivitas terhadap kasein mungkin berkaitan dengan perubahan pola buang air besar.

Gas, perut kembung, dan perubahan pola buang air besar merupakan gejala yang umum terjadi pada berbagai kondisi. Intoleransi laktosa dapat menyerupai irritable bowel syndrome (IBS), dan sebaliknya. 

SIBO, sensitivitas terhadap kasein, intoleransi histamin, serta pola makan rendah serat secara umum dapat menimbulkan gejala yang tumpang tindih. Mengandalkan gejala semata dapat berujung pada kesimpulan yang keliru dan pembatasan asupan makanan yang tidak perlu.

3. Masalah kulit

Jerawat atau ruam pada kulit dapat disebabkan oleh berbagai faktor; pada sebagian orang, protein susu tertentu atau histamin mungkin berkaitan dengan timbulnya atau memburuknya kondisi tersebut.

4. Kelelahan atau kabut otak

Gejala-gejala nonspesifik yang mungkin mencerminkan kondisi tidur, stres, pola makan secara keseluruhan, atau bagi sebagian orang reaksi terhadap makanan. Gejala-gejala ini dengan sendirinya tidak bersifat diagnostik.

Halaman Selanjutnya
img_title