5 Makanan Terbaik untuk Otak Sehat dan Peningkatan Daya Ingat
- https://www.pexels.com/id-id/foto/piring-sashimi-salmon-segar-di-restoran-vietnam
Hal ini sebagian bisa disebabkan oleh tingginya kandungan antioksidan dalam kopi. Namun, mengonsumsi terlalu banyak kopi atau kafein menjelang waktu tidur dapat berdampak buruk pada kualitas tidur Anda. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap otak dan daya ingat Anda.
3. Blueberry
Blueberry memberikan berbagai manfaat kesehatan, termasuk manfaat khusus bagi otak Anda. Blueberry dan buah beri lain yang berwarna pekat mengandung antosianin, yaitu kelompok senyawa tanaman yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan.
Antioksidan bekerja melawan stres oksidatif dan peradangan, yang dapat berkontribusi terhadap penuaan otak dan penyakit neurodegeneratif.
Beberapa antioksidan dalam buah blueberry diketahui dapat menumpuk di otak dan membantu meningkatkan komunikasi antar-sel otak.
Cobalah menaburkannya di atas sereal sarapan Anda, menambahkannya ke dalam smoothie, atau menikmatinya sebagai camilan sederhana.
4. Kunyit
Kunyit adalah rempah berwarna kuning pekat yang menjadi bahan utama dalam bubuk kari. Kurkumin, senyawa aktif dalam kunyit, terbukti mampu menembus sawar darah-otak, yang berarti senyawa ini dapat masuk langsung ke dalam otak.
Kurkumin merupakan senyawa antioksidan dan antiradang yang ampuh dan dapat memberikan manfaat-manfaat berikut:
- Dapat bermanfaat bagi daya ingat: Kurkumin dapat membantu meningkatkan daya ingat pada penderita Alzheimer. Zat ini juga dapat membantu membersihkan plak amiloid yang muncul pada penyakit Alzheimer.
- Meredakan depresi: Kurkumin meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, yang keduanya berperan dalam memperbaiki suasana hati. Sebuah tinjauan menunjukkan bahwa kurkumin dapat memperbaiki gejala depresi dan kecemasan jika digunakan bersamaan dengan pengobatan standar pada orang yang didiagnosis menderita depresi.
- Membantu pertumbuhan sel-sel otak baru: Kurkumin meningkatkan brain-derived neurotrophic factor (BDNF), yaitu hormon pertumbuhan yang membantu sel-sel otak berkembang. Zat ini berpotensi membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif akibat penuaan, namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Sebagian besar penelitian menggunakan suplemen kurkumin dengan konsentrasi tinggi dalam dosis berkisar antara 500–2.000 mg per hari, jumlah kurkumin yang jauh lebih besar dibandingkan yang dikonsumsi kebanyakan orang saat menggunakan kunyit sebagai rempah. Hal ini dikarenakan kunyit hanya mengandung sekitar 3–6 persen kurkumin.