8 Makanan dan Minuman Fermentasi untuk Meningkatkan Pencernaan dan Kesehatan
- https://www.pexels.com/id-id/foto/sayuran-fermentasi-berwarna-warni-dalam-stoples-mason
Olret – Fermentasi meningkatkan pengawetan makanan, dan mengonsumsi makanan hasil fermentasi juga dapat meningkatkan jumlah bakteri menguntungkan, atau probiotik, di dalam usus Anda.
Fermentasi adalah proses di mana bakteri dan ragi menguraikan gula. Probiotik dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan, termasuk pencernaan yang lebih baik, peningkatan kekebalan tubuh, dan penurunan berat badan.
Berikut adalah delapan makanan dan minuman fermentasi yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan dan pencernaan.
1. Kefir
Kefir adalah sejenis produk olahan susu hasil fermentasi. Minuman ini bergizi, kaya akan probiotik, dan mudah dicerna.
Kefir dibuat dengan menambahkan biji kefir, yaitu campuran ragi dan bakteri ke dalam susu. Proses ini menghasilkan minuman kental dengan cita rasa asam yang mirip dengan yogurt.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kefir memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kefir dipercaya dapat mendukung kesehatan pencernaan dan mengurangi peradangan.
Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa kefir dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dengan merangsang tubuh memproduksi zat anti-peradangan. Hewan yang diberi asupan kefir juga terbukti lebih mampu melawan infeksi usus.
Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami efek kefir serta mengetahui apakah konsumsi dalam jumlah tertentu dapat membantu mengurangi peradangan serta menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker.
Kefir mengandung lebih sedikit laktosa dibandingkan susu biasa. Saat biji kefir dicampurkan dengan susu, bakteri di dalam biji tersebut membantu memfermentasi dan mengurai laktosa yang terkandung dalam susu.
Namun, kefir tetap mengandung sejumlah laktosa, sehingga mungkin tidak cocok bagi semua orang yang memiliki intoleransi laktosa.
2. Tempe
Tempe terbuat dari kedelai fermentasi yang dipadatkan menjadi satu kesatuan yang kokoh. Sebagai pengganti daging yang tinggi protein, tempe memiliki tekstur padat namun kenyal serta dapat diolah dengan cara dipanggang, dikukus, atau ditumis sebelum ditambahkan ke dalam hidangan.
Selain kandungan probiotiknya yang luar biasa, tempe juga kaya akan berbagai nutrisi yang dapat meningkatkan kesehatan Anda.
Sebagai contoh, protein kedelai terbukti dapat membantu mengurangi faktor risiko tertentu terkait penyakit jantung.
Sebuah tinjauan penelitian yang mencakup lebih dari 40 studi menunjukkan bahwa mengonsumsi 25 gram (g) protein kedelai setiap hari selama 6 minggu dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat) sebesar 3,2 persen dan kolesterol total sebesar 2,8 persen.