5 Tips untuk Berhenti Mengonsumsi Junk Food, Kendalikan Keinginan Makan Anda
- https://www.pexels.com/id-id/foto/makanan-tangan-memegang-makanan-cepat-saji
Olret – Produsen makanan sering kali merancang makanan tidak sehat (junk food) berdasarkan "titik kenikmatan" (bliss point) dari kombinasi garam, gula, dan lemak yang dapat memicu keinginan kuat untuk mengonsumsinya.
Kendalikan keinginan mengonsumsi makanan tidak sehat dengan merencanakan jadwal makan dan camilan, berbelanja di area sekeliling toko bahan makanan (tempat biasanya produk segar berada), serta mengonsumsi cukup protein dan lemak sehat, seperti yang terdapat dalam kacang-kacangan, alpukat, dan ikan salmon.
Gantilah makanan manis dengan buah-buahan kaya serat, ciptakan variasi dengan mengonsumsi makanan yang beragam warnanya, serta kelola faktor pemicu seperti stres dan kurang tidur untuk mengurangi keinginan tersebut seiring berjalannya waktu.
Percaya atau tidak, produsen makanan sering kali menciptakan produk dengan tujuan memicu siklus kecanduan pada konsumen. Mereka mengincar apa yang disebut sebagai "bliss point" (titik kenikmatan puncak) dalam sebuah produk.
Ini adalah titik di mana konsumen merasakan kenikmatan maksimal berkat paduan rasa asin, manis, dan lemak yang tak berlebihan maupun kekurangan.
Kombinasi rasa seperti ini sangat sulit ditolak, dan otak Anda bereaksi terhadapnya dengan cara yang mirip seperti saat menghadapi kecanduan kokain atau narkoba lainnya.
Meskipun menuruti keinginan makan yang kuat (cravings) mungkin terasa tak terelakkan pada saat itu, ada beberapa langkah sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikannya. Berikut adalah 5 ide untuk membantu Anda memulainya.
1. Rencanakan sebelumnya
Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengatasi keinginan makan (ngidam) selain dengan merencanakan menu makanan dan camilan Anda sebelumnya.
Jika Anda sudah menyiapkan makanan dan camilan sehat untuk jam makan siang dan sore hari, kemungkinan besar Anda tidak akan tergoda untuk menyantap sisa piza, memesan kentang goreng, atau memakan camilan manis yang dibawa rekan kerja ke kantor.
Dengan kata lain, Anda akan mengurangi "reaktivitas terhadap isyarat makanan." Ini adalah istilah yang digunakan para peneliti untuk menggambarkan kerentanan Anda terhadap pengaruh aroma makanan, iklan, dan percakapan seputar makanan yang Anda temui sehari-hari.