Apa Saja Jenis-jenis Gangguan Kecemasan? Simak Penjelasan Berikut
- https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-memeluk-lututnya
Olret – Setiap orang bereaksi secara berbeda terhadap situasi yang penuh tekanan. Pada suatu waktu, sebagian besar dari kita akan menunjukkan tanda-tanda kecemasan, seperti stres, rasa gugup, kekhawatiran, atau ketakutan hingga situasi atau pemicu stres tersebut berlalu. Ini adalah reaksi biologis yang wajar.
Namun, jika gejala-gejala tersebut menjadi menetap dan berlebihan atau mengganggu kehidupan sehari-hari, Anda mungkin mengalami gangguan kecemasan.
Dalam kondisi ini, Anda kemungkinan besar akan merasakan kecemasan yang sangat kuat, berlebihan, dan terus-menerus, bahkan saat tidak ada pemicu stres. Gejala-gejalanya bersifat kronis dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sekitar 31,1 persen orang dewasa di Amerika Serikat akan mengalami gangguan kecemasan dalam hidup mereka. Menurut Anxiety & Depression Association of America, gangguan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang paling umum terjadi di Amerika Serikat.
Gangguan kecemasan meliputi:
- gangguan kecemasan umum (GAD).
- gangguan obsesif-kompulsif (OCD).
- gangguan panik.
- gangguan stres pascatrauma (PTSD).
- gangguan kecemasan sosial.
- fobia.
- gangguan kecemasan perpisahan.
- agorafobia.
Baca terus untuk mengetahui berbagai jenis gangguan kecemasan, cara diagnosisnya, serta metode pengobatan yang tersedia.
Apa Saja Jenis-jenis Utama Gangguan Kecemasan
Terdapat beberapa jenis kecemasan atau gangguan kecemasan. Berikut adalah beberapa jenis yang umum terjadi menurut National Institute of Mental Health.
1. Gangguan kecemasan umum (GAD)
Jika Anda menderita GAD, kemungkinan besar Anda akan mengalami kekhawatiran berlebihan yang sulit dikendalikan.
Kekhawatiran ini sering kali berupa perenungan terus-menerus (rumination), yaitu menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan secara mendalam atau mencemaskan berbagai peristiwa di masa depan, bagaimana peristiwa tersebut mungkin terjadi dan bagaimana Anda akan menghadapinya.
Tidak jarang seseorang mengalami gejala-gejala tersebut tanpa bisa menjelaskan penyebabnya. Bagi penderita GAD, gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas muncul hampir setiap hari dan telah berlangsung setidaknya selama enam bulan terakhir.
2. Gangguan obsesif-kompulsif (OCD)
Seseorang dengan OCD memiliki pikiran yang sulit dikendalikan. Mereka mungkin mendapati diri mereka melakukan tindakan secara berulang-ulang.
Jika Anda menderita OCD, Anda mungkin sangat khawatir tentang kuman atau keharusan menata segala sesuatu agar rapi dan teratur. Anda mungkin mencemaskan perasaan agresif yang Anda miliki terhadap orang lain atau perasaan agresif orang lain terhadap Anda.