Apa Saja Jenis-jenis Gangguan Kecemasan? Simak Penjelasan Berikut
- https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-memeluk-lututnya
Anda mungkin juga kesulitan mengendalikan pikiran mengenai topik-topik tabu, seperti seks, agama, atau kekerasan. Sebagian orang melakukan tindakan tertentu secara berulang, misalnya memeriksa apakah pintu sudah terkunci atau menghitung benda-benda.
Dokter dapat mendiagnosis OCD jika Anda:
- menghabiskan waktu satu jam atau lebih setiap hari untuk memikirkan hal-hal tersebut atau melakukan tindakan-tindakan semacam itu.
- pikiran dan tindakan tersebut tidak memberikan rasa senang.
- pikiran dan tindakan tersebut berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari Anda.
3. Gangguan panik
Gangguan panik ditandai dengan serangan panik yang berulang dan tidak terduga. Serangan ini sering kali terjadi tanpa peringatan dan menimbulkan gejala fisik seperti:
- nyeri dada.
- sesak napas.
- berkeringat.
- gemetar.
- pusing.
Gejala juga dapat berupa perasaan terlepas dari kenyataan atau adanya perasaan seolah-olah akan terjadi bencana atau kematian.
Pada umumnya, serangan panik berlangsung kurang dari 20 menit.
4. Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
Penderita PTSD mengalami kecemasan yang berkaitan dengan pengalaman traumatis di masa lalu. Kondisi ini bersifat jangka panjang dan dapat menimbulkan gejala selama bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut terjadi, terutama jika tidak ditangani.
Gejala PTSD biasanya muncul dalam waktu 3 bulan setelah kejadian. Namun, pada beberapa kasus, gejala baru muncul setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun kemudian.
Jika Anda menderita PTSD, Anda mungkin mengalami:
- kilas balik (flashback).
- mimpi buruk.
- pikiran yang menakutkan.
- perasaan tegang dan cemas.
- gangguan tidur.
- kemarahan tanpa alasan yang jelas.
Sebagian orang mengubah rutinitas mereka untuk menghindari pemicu yang mengingatkan mereka pada peristiwa tersebut.
5. Gangguan kecemasan sosial (fobia sosial)
Gangguan kecemasan sosial, yang juga disebut sebagai fobia sosial, adalah ketakutan akan rasa malu, dipermalukan, atau dikritik di tempat umum, seperti di sekolah atau tempat kerja.
Anda mungkin mengalami kesulitan saat berbicara dengan orang lain atau berada di tengah kelompok besar. Tidak jarang penderitanya menghindari tempat dan situasi yang memicu fobia ini.
6. Fobia
Fobia dan fobia spesifik melibatkan ketakutan yang tidak rasional, sangat hebat, dan berlebihan terhadap suatu tempat, situasi, atau objek. Beberapa fobia yang umum terjadi meliputi: