10 Hal yang Terjadi pada Tubuh saat Kekurangan Tidur, Apa Saja?
- https://www.pexels.com/id-id/foto/meja-tulis-pensil-duduk-kamar
Olret – Kurang tidur melemahkan sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga membuat Anda lebih rentan terhadap penyakit dan infeksi.
Kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, jenis kanker tertentu, dan diabetes tipe 2.
Melewatkan waktu tidur dapat mengganggu fungsi kognitif seperti kemampuan berpikir, daya ingat, dan proses belajar, serta dapat berdampak negatif terhadap suasana hati, gairah seksual, dan kesehatan kulit Anda.
Apa yang Terjadi Jika Tubuh Tidak Tidur
Kurang tidur dapat menurunkan gairah seksual, melemahkan sistem kekebalan tubuh, menyebabkan gangguan daya pikir, serta memicu perubahan berat badan.
Kurang tidur juga meningkatkan risiko terkena jenis kanker tertentu, diabetes, bahkan kecelakaan lalu lintas.
Jika Anda termasuk dalam kelompok orang yang kurang tidur ini, Anda tidak sendirian. Menurut American Academy of Sleep Medicine (AASM), sekitar 1 dari 3 orang dewasa di Amerika Serikat tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Berikut adalah rincian mengenai apa yang terjadi pada tubuh Anda ketika Anda tidak mendapatkan waktu tidur yang memadai.
1. Jatuh sakit
Kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan tubuh Anda dalam melawan penyakit. Hal ini membuat Anda lebih rentan jatuh sakit.
Penelitian menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara tidur dan sistem kekebalan tubuh Anda. Jika Anda jatuh sakit saat belum mendapatkan tidur yang cukup, Anda mungkin akan semakin kehilangan waktu tidur sementara tubuh berjuang melawan penyakit tersebut.
2. Jantung terdampak
Baik durasi tidur yang singkat (kurang dari 5 jam per malam) maupun durasi tidur yang lama (9 jam atau lebih per malam) terbukti berdampak negatif terhadap kesehatan jantung, menurut sebuah analisis yang diterbitkan dalam European Heart Journal.
Secara khusus, risiko Anda terkena penyakit jantung koroner atau mengalami stroke meningkat secara signifikan akibat kurangnya waktu tidur.
3. Risiko kanker meningkat
Menurut pernyataan AASM mengenai tidur, durasi tidur yang lebih singkat dikaitkan dengan tingkat kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker prostat yang lebih tinggi.
Pekerja sif malam mungkin menjadi kelompok yang paling terdampak oleh risiko ini. Selain itu, dalam studi tersebut, baik pria maupun wanita yang tidur selama 7 jam atau lebih setiap malam memiliki risiko kematian terendah.