Bisakah Anda Benar-benar Mengganti Waktu Tidur yang Hilang? Berikut Penjelasannya
- https://lamclinic.com/wp-content/
Olret – Anda dapat memulihkan diri dari utang tidur jangka pendek dengan mengganti waktu tidur yang hilang, namun dibutuhkan waktu sekitar 4 hari untuk pulih sepenuhnya dari setiap jam tidur yang hilang tersebut. Dampak kognitif mungkin tetap terasa bahkan setelah Anda merasa tubuh sudah kembali bugar.
Utang tidur terjadi ketika kekurangan waktu tidur terakumulasi seiring berjalannya waktu, yang menyebabkan penumpukan adenosin di otak.
Kondisi ini meningkatkan dorongan untuk tidur serta dapat memengaruhi aktivitas otak, detak jantung, dan aliran darah, tidak sekadar membuat Anda merasa lelah.
Utang tidur kronis dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan gangguan sistem kekebalan tubuh, serta dapat memengaruhi daya ingat, kesejahteraan emosional, dan pengaturan berat badan. Konsultasikan dengan tenaga medis profesional jika masalah tidur terus berlanjut.
Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7 hingga 9 jam setiap malam, namun sekitar sepertiga dari kita secara rutin tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup.
Kekurangan tidur yang terus-menerus dapat menumpuk, dan dampaknya bisa membuat Anda merasa lebih dari sekadar lelah. Penelitian mengaitkan akumulasi kurangnya waktu tidur dengan berbagai dampak kesehatan yang negatif.
Namun, ada solusinya. Ternyata, Anda bisa mengganti waktu tidur yang hilang, setidaknya untuk jangka pendek. Utang tidur yang bersifat kronis dan berlangsung dalam jangka panjang bisa menjadi masalah yang lebih sulit diatasi.
Apa Itu Utang Tidur
Utang tidur adalah akumulasi kekurangan waktu tidur dari waktu ke waktu. Jika Anda kehilangan waktu tidur sebanyak 2 jam setiap malam pada hari kerja, Anda akan memasuki akhir pekan dengan utang tidur sebesar 10 jam.
Pola tidur Anda sebagian bergantung pada isyarat eksternal, seperti cahaya dan suhu, yang dapat memengaruhi ritme sirkadian Anda. Namun, ada pula isyarat internal, seperti penumpukan hormon adenosin di otak Anda.
Adenosin berperan layaknya pengatur waktu tidur. Semakin lama Anda terjaga, semakin banyak zat ini menumpuk, sehingga meningkatkan dorongan untuk tidur. Hal ini memicu keinginan Anda untuk tidur dan mengatur ulang pengatur waktu tersebut.