Kebiasaan Akhir Pekan Dapat Memperparah Gejala Obstructive Sleep Apnea
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Sebuah studi berskala besar menemukan bahwa gejala obstructive sleep apnea (henti napas saat tidur akibat sumbatan jalan napas) tingkat sedang hingga berat lebih mungkin terjadi pada akhir pekan; sebuah tren yang disebut para peneliti sebagai "apnea sosial."
Begadang, bangun lebih lambat dari biasanya, konsumsi alkohol, dan melewatkan terapi CPAP bisa menjadi faktor penyebabnya.
Menurut para ahli, bahkan tanpa adanya gangguan tidur tersebut, rutinitas akhir pekan yang tidak teratur dapat menyebabkan "jet lag sosial."
Menjaga waktu bangun yang konsisten, membatasi kebiasaan bangun lebih lambat di akhir pekan, serta menyelingi konsumsi alkohol dengan air putih dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Begadang dan konsumsi minuman beralkohol mungkin lebih mengganggu kualitas tidur Anda daripada yang Anda kira.
Sebuah studi internasional berskala besar yang dipimpin oleh para peneliti dari Flinders University menemukan bahwa gejala obstructive sleep apnea (OSA), gangguan tidur umum yang dapat memperlambat atau menghentikan pernapasan cenderung memburuk pada akhir pekan.
Para peneliti menciptakan istilah "apnea sosial" untuk menggambarkan peningkatan gejala di akhir pekan tersebut, yang tampaknya dipicu oleh kebiasaan gaya hidup seperti begadang, bangun lebih siang, dan mengonsumsi alkohol.
Kepatuhan terhadap terapi OSA, seperti penggunaan mesin CPAP, juga mungkin menjadi kurang konsisten pada akhir pekan.
Tim peneliti menganalisis data dari lebih dari 70.000 orang di seluruh dunia dan menemukan bahwa partisipan memiliki kemungkinan 18% lebih tinggi untuk mengalami OSA tingkat sedang hingga berat pada akhir pekan (hari Sabtu) dibandingkan pada pertengahan minggu (hari Rabu).
Tidur lebih lama selama 45 menit atau lebih pada akhir pekan meningkatkan risiko memburuknya kondisi sleep apnea sebesar 47%.
"Secara biologis, kebiasaan-kebiasaan ini dapat mengendurkan otot-otot tenggorokan, menggeser waktu tidur ke fase REM di dini hari (saat OSA sering kali lebih parah), serta mengacaukan sinkronisasi jam biologis tubuh," ujar Heather Darwall-Smith, seorang psikoterapis spesialis masalah tidur yang tidak terlibat dalam studi tersebut, kepada Healthline.
Mengapa Apnea Sosial Bisa Memperburuk pada Akhir Pekan