Tanda-tanda dan Gejala Sleep Apnea bagi Orang Dewasa, Anak-anak, dan Balita
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Sleep apnea adalah gangguan umum di mana pernapasan dapat berhenti dan mulai kembali secara berulang, yang memengaruhi orang dewasa maupun anak-anak.
Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Gejala sleep apnea bervariasi tergantung pada usia. Orang dewasa mungkin mengalami dengkuran keras dan rasa kantuk di siang hari, sementara anak-anak mungkin menunjukkan kesulitan belajar dan mengompol. Mengenali tanda-tanda ini sangat penting untuk diagnosis dan intervensi dini.
Jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala sleep apnea, berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan tidur (sleep study) mungkin diperlukan guna menjajaki pilihan pengobatan yang tepat. Diagnosis dan penanganan sejak dini dapat mengurangi risiko kesehatan jangka panjang.
Sleep apnea dapat menyerang bayi, anak-anak, maupun orang dewasa, meskipun beberapa gejala yang menjadi ciri khasnya berbeda tergantung pada usia.
Berikut adalah segala hal yang perlu Anda ketahui mengenai tanda dan gejala sleep apnea.
1. Tanda dan gejala sleep apnea pada orang dewasa
Jika beberapa tanda atau gejala ini sesuai dengan kondisi Anda, ada kemungkinan besar Anda mengalami salah satu dari dua jenis sleep apnea. Perlu diingat bahwa beberapa gejala ini mungkin lebih disadari oleh pasangan tidur Anda.
- mendengkur keras.
- pernapasan terhenti saat tidur.
- terbangun secara tiba-tiba dengan napas terengah-engah.
- tersengal-sengal saat tidur.
- sering terbangun untuk buang air kecil.
- terbangun dengan mulut kering atau sakit tenggorokan.
- sakit kepala di pagi hari.
- insomnia (sulit untuk mulai atau tetap tertidur di malam hari).
- hipersomnia (rasa kantuk berlebihan di siang hari).
- masalah pada perhatian, konsentrasi, atau daya ingat.
- mudah marah atau perubahan suasana hati yang tiba-tiba.
- menurunnya minat terhadap seks atau mengalami disfungsi seksual.
Berikut adalah faktor-faktor risiko untuk obstructive sleep apnea (apnea tidur obstruktif), yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernapasan:
- kelebihan berat badan atau obesitas.
- mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
- merokok.
2. Tanda dan gejala sleep apnea pada anak-anak
Sekitar 7 persen hingga 11 persen anak mengalami gangguan pernapasan saat tidur, baik itu sleep apnea, mendengkur, maupun kondisi lainnya.