Menghadapi Badai Flexing: Mengapa Kamu Butuh "Penggaris Kehidupan" Menurut Ceo Ngomongin Uang
- u-repot
Olret – Di era media sosial saat ini, layar ponsel kita terus-menerus dibombardir oleh pamer kekayaan atau flexing. Mulai dari liburan mewah, jet pribadi, hingga deretan mobil sport berharga fantastis. Fenomena ini tak jarang memicu rasa cemas, minder, hingga budaya FOMO (Fear of Missing Out) di kalangan netizen.
Namun, bagaimana cara terbaik menjaga kesehatan mental dan tetap waras di tengah gempuran tren ini?
Dalam sebuah podcas panjang di Suara Berkelas, Glenn Ardi, seorang pengamat sekaligus praktisi pengembangan diri, membagikan sebuah konsep menarik yang ia sebut sebagai "Penggaris Kehidupan." Sebuah prinsip sederhana namun mendalam yang ia gunakan sebagai jangkar agar tidak mudah goyah oleh standar kesuksesan orang lain.
Metafora 'Penggaris Kehidupan': Tolak Ukur yang Personal
Momen Santai Pemimpin UEA Menyapa Warga di Mal Dubai
- x.com
Menurut Glen, kunci utama untuk tetap tenang di tengah riuhnya fenomena flexing bukanlah memaksa diri untuk selalu terlihat rendah hati, melainkan memiliki kesadaran penuh akan batasan dan tujuan hidup sendiri.
"Satu hal yang selalu jadi jangkar buat saya adalah istilah bahwa tiap orang tuh sebenarnya harusnya punya 'penggaris kehidupan'. Penggaris itu kan alat ukur," ujar Glen dalam sebuah sesi wawancara eksklusif.
Ia menjelaskan bahwa setiap individu terlahir dengan latar belakang, kebutuhan, dan mimpi yang berbeda. Oleh karena itu, menyamakan standar kebahagiaan kita dengan orang lain adalah sebuah kekeliruan.
"Itu sebuah metafora bahwa tiap orang punya tolak ukur memenuhi kehidupannya sendiri, dan tiap orang beda-beda. Jadi yang penting tuh bukan harus humble atau apa, tapi kita stay true sama penggaris kehidupan kita," tambahnya.
Menghalau Rasa Iri dengan Definisi Kaya yang Berbeda
Ilustrasi wanita mengirim pesan
- Pexels/Andrea Piacquadio
Salah satu dampak paling nyata dari flexing adalah munculnya rasa iri hati. Ketika melihat orang lain memiliki barang mewah, alam bawah sadar kerap memicu keinginan untuk berkompetisi atau memiliki hal yang sama, meskipun sebenarnya kita tidak membutuhkannya.
Di sinilah fungsi "Penggaris Kehidupan" yang bersifat privat bekerja sebagai benteng pertahanan mental. Ketika seseorang sudah menentukan arah hidupnya, ia tidak akan mudah terdistraksi oleh pencapaian orang lain.