Faktor Pendorong Kepercayaan Dalam Dunia Kerja : Kompetensi, Empati dan Autentisitas

tanda kamu butuh istirahat dari pekerjaan
Sumber :
  • freepik.com/author/tirachardz

Olret – Kepercayaan adalah harapan tanpa jaminan 100%, bahwa seseorang tidak akan mencelakai Anda, baik secara sengaja maupun tidak. Saat rekan satu tim berjanji akan menyelesaikan bagian tugasnya tepat waktu, dan Anda memilih untuk memercayainya padahal kredibilitas Anda sendiri sedang dipertaruhkan, itulah yang disebut kepercayaan.

img_title 5 Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Membuat Hubungan Makin Renggang

Atau, saat orang bekerja dari jarak jauh dan atasan memercayai bahwa mereka mengerahkan upaya terbaiknya, itu juga merupakan bentuk kepercayaan. Kepercayaan adalah keyakinan terhadap orang lain yang Anda berikan kepada mereka, dan yang diharapkan akan diberikan pula oleh orang lain kepada Anda.

Pada dasarnya, kepercayaan mengandung risiko. Lantas, mengapa kita mengambil risiko dengan memercayai orang lain? Mengapa tidak mengerjakan proyek itu sendiri saja agar tidak perlu bergantung pada siapa pun?

img_title Duduk Terlalu Lama Bisa Mengubah Bentuk Tubuh, Benarkah?

Alasannya adalah karena ambisi besar dalam hidup membutuhkan kolaborasi. Kita tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Oleh karena itu, demi meminimalkan risiko, orang berusaha keras untuk menilai seberapa dapat dipercayanya orang lain.

Risiko Depresi Terkait Pekerjaan

Photo :
  • sanook

img_title Cara Menghindari Kelelahan Setelah Bekerja Seharian

Tingkat kepercayaan orang lain terhadap Anda dinilai berdasarkan tiga kriteria utama: kompetensi, empati, dan autentisitas. Ketiganya memengaruhi kepercayaan, namun kita perlu menekankan faktor pendorong kepercayaan yang tepat pada saat yang tepat pula.

Berikut adalah beberapa hal yang patut dipertimbangkan saat menentukan faktor mana yang paling memerlukan perhatian Anda. Pertama, kita bisa menentukan prioritas dengan membenahi aspek kepercayaan yang paling lemah.

Banyak orang memiliki fondasi yang kuat pada dua dari tiga faktor ini, namun sebagian besar dari kita memiliki satu sisi yang rapuh dalam "kursi berkaki tiga" yang menopang kepercayaan tersebut.

Mintalah rekan kerja yang jujur ​​untuk memeringkat ketiga dimensi ini bagi Anda—dari yang terkuat hingga yang terlemah—lalu prioritaskan perbaikan pada faktor yang dinilai paling lemah tersebut. Jika Anda dianggap sebagai ahli sejati di bidang Anda dan sangat dapat diandalkan, maka kompetensi adalah kekuatan Anda.

Jika orang lain memandang Anda sebagai sosok yang hangat, penuh perhatian, dan pengertian, maka empati adalah kekuatan Anda. Dan jika orang lain menganggap Anda jujur, transparan, tulus, serta konsisten, maka autentisitas adalah kekuatan Anda. Kenali dan perkuatlah sisi yang paling lemah itu, maka tingkat kepercayaan orang lain terhadap Anda akan meningkat.

Halaman Selanjutnya
img_title