13.000 Anak Ciamis Tidak Bersekolah, Pemuda Muhammadiyah Bentuk Satgas Khusus
- AT
Ciamis, Olret – Sebanyak 13.000 anak di Kabupaten Ciamis terdata tidak mengenyam pendidikan formal. Angka ini menjadi alarm krisis pendidikan yang merespons cepat dari elemen masyarakat. Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis mengambil inisiatif strategis dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus yang diperkuat relawan hingga ke tingkat kecamatan.
Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor yang digelar Senin (4/5/2026) di Ruang Rapat STIKES Muhammadiyah Ciamis, Pemuda Muhammadiyah bersama pemerintah daerah, dinas teknis, dan lembaga keagamaan sepakat untuk tidak lagi bekerja sendiri-sendiri.
Keputusan utama yang dihasilkan yakni pembentukan Satgas Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang akan memastikan setiap anak desa mendapatkan hak belajarnya.
Berbeda dengan pendekatan birokrasi yang kerap berhenti pada angka, Pemuda Muhammadiyah menggerakkan Relawan Pendidikan yang kini telah terbentuk di 27 kecamatan se-Kabupaten Ciamis.
Mereka menjadi ujung tombak di lapangan yang bertugas memverifikasi data sekaligus membujuk anak dan keluarga untuk kembali ke sekolah atau masuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Ciamis, Mochamad Isa Nuralamsyah menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kegelisahan kolektif.
“Pemuda Muhammadiyah menjadi inisiator Relawan Pendidikan. Ini merupakan komitmen kami agar anak-anak Ciamis mendapatkan akses pendidikan, tidak ada yang tertinggal,” ujarnya Isa dalam rakor tersebut.
Pemerintah Desa Diminta Terjun Langsung
Rakor Penanganan ATS di Ruang Rapat Stikes Muhammadiyah Ciamis.
- AT
Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, mengapresiasi langkah cepat Pemuda Muhammadiyah. Ia berharap dorongan ini tidak hanya menjadi wacana, melainkan aksi nyata di tingkat desa.
“Kami apresiasi peran Pemuda Muhammadiyah. Diharapkan dorongan ini melahirkan langkah nyata untuk menangani anak tidak sekolah di Ciamis,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) akan menginstruksikan langsung pemerintah desa untuk memfasilitasi kerja-kerja relawan.
Sementara Dinas Pendidikan menyiapkan basis data ATS yang akurat. Kementerian Agama turut menghimbau pondok pesantren untuk membuka akses PKBM bagi anak usia sekolah yang putus jalan.
Dua Tahapan Strategis
PIC Kabupaten Relawan Pendidikan, Derry Ridwan Maoshul, memaparkan bahwa penanganan 13.000 anak tidak sekolah dilakukan secara bertahap dan sistematis.