Putra Tri Ramadani Juara Lead Piala Dunia Panjat Tebing di Praha

Putra Tri Ramadani Juara Lead Panjat Tebing Seri Piala Dunia 2026 Praha
Sumber :
  • Worldclimbing.com

Olret – Pertama kali dalam sejarah, atlet panjat tebing Indonesia menjadi pemenang seri Piala Dunia di luar nomor speed.

img_title Rajiah Sallsabillah Gaet Perak IFSC World Cup di Seoul

Putra Tri Ramadani, pemanjat tebing berusia 21 tahun asal Kediri, Jawa Timur, membuat sejarah besar dengan menjadi juara kategori lead putra seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 yang berlangsung di Praha, Republik Ceko.

Putra Tri Ramadani tampil mengesankan sejak babak kualifikasi. Dia menempati peringkat teratas kualifikasi dari 76 peserta, sehingga lolos ke semifinal.

img_title Minum 5 Cangkir Kopi Setiap Hari dapat Menurunkan Risiko Penyakit Hati dan Kanker sebesar 47 Persen

Pemanjat tebing Indonesia lainnya, Ravianto Ramadhan, tidak berhasil ke semifinal lead karena hanya menempati urutan ke-36 di sesi kualifikasi. Hanya 26 pemanjat terbaik di babak kualifikasi yang lolos ke semifinal.

Pada babak semifinal, Putra kembali tampil cemerlang menaiki talinya. Dia berhasil menempati peringkat ketiga dengan pencapaian skor 37+. 

img_title Menghirup Aroma Cokelat dapat Meningkatkan Performa Latihan Kaki dan Menekan Rasa Lapar

Dua peringkat teratas di semifinal direbut pemanjat tebing kelas elit dunia asal Jepang, Soratu Ankaru dan Neo Suzuki, yang keduanya meraih skor 38+. 

Soratu Ankaru adalah peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 nomor boulder dan lead.

Sedangkan Neo Suzuki adalah juara lead Asia 2026 yang sebulan lalu memenangkan seri Piala Dunia di Wujiang, China.

Posisi keempat semifinal direbut atlet asal Austria, Jakub Schubert, yang meraih skor 37+.

Schubert adalah pemanjat tebing legendaris negaranya yang dua tahun silam meraih medali perunggu Olimpiade Paris nomor campuran boulder dan lead.

Empat pemanjat tebing lead putra lainnya yang lolos ke final seri Piala Dunia Praha 2026, yaitu Adam Ondra (Ceko, skor 36), Luka Potocar (Slovenia, skor 34), Filip Schenk (Italia, skor 33+), dan Satone Yoshida (Jepang, skor 33).

Tampil menghadapi para pemanjat elit dunia tidak membuat Putra Tri Ramadani gentar. Atlet yang mengenyam pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut naik tinggi di papan dengan talinya hingga mencapai titik skor 43.

Putra meninggalkan jauh para pesaingnya di babak final. Neo Suzuki yang menempati peringkat kedua hanya mencapai titik skor 39. Schubert peringkat ketiga dengan skor 37. 

Ini adalah pencapaian terbaik atlet lead Indonesia di seri Piala Dunia Panjat Tebing. Prestasi terbaik sebelumnya adalah menembus babak final yang diawali oleh Raviandi Ramadhan pada World Series 2022 di Jakarta , lalu dilanjutkan Muhammad Rizky Syahrafli Simatupang di World Series 2025 di Bali.

Halaman Selanjutnya
img_title