Jannik Sinner Sebut Selalu Menjadi Kehormatan Besar Untuk Menghadapi Djokovic

Sinner sangat menghormati Djokovic.
Sumber :
  • thethao247.vn

Olret – Jannik Sinner berhasil membalas kekalahan yang sebelumnya ia alami dari Novak Djokovic di semifinal Australian Open.

img_title Aldila Sutjiadi Juara Mubadala DC Open 2026 Tanpa Kehilangan Set

Sinner kembali menegaskan statusnya sebagai petenis nomor satu dunia dengan mengalahkan Djokovic lewat skor set identik 6-4 di semifinal Wimbledon 2026 pada malam tanggal 10 Juli (waktu Vietnam), sekaligus memastikan tempat di partai final untuk menghadapi Alexander Zverev dalam duel perebutan gelar yang sangat dinantikan.

Di Centre Court, Sinner menampilkan salah satu performa terbaiknya musim ini. Petenis asal Italia itu hampir tidak memberikan kesempatan bagi Djokovic untuk membalikkan keadaan, sekaligus sukses membalas kekalahan yang ia derita dari legenda asal Serbia tersebut di semifinal Australian Open awal tahun ini.

Kemenangan ini menandai kegagalan lain bagi "Nole" untuk meraih gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya. Meski demikian, Sinner menunjukkan rasa hormat yang mendalam kepada petenis veteran berusia 39 tahun itu, yang baru saja melakoni pertandingan perempat final yang sangat menguras tenaga melawan Felix Auger-Aliassime selama lebih dari lima jam.

"Menghadapi Novak di ajang Grand Slam selalu menghadirkan tekanan luar biasa, terlepas dari bagaimana performanya saat itu. Setelah menyaksikan pertandingannya melawan Felix, saya tahu saya harus menampilkan permainan terbaik agar memiliki peluang untuk menang," ujar Sinner.

Petenis nomor satu dunia itu meyakini bahwa Nole tetap menjadi sumber inspirasi istimewa bagi generasi mendatang.

"Sungguh luar biasa ia masih bisa mempertahankan performa di level setinggi itu pada usianya saat ini. Novak adalah panutan bagi kita semua dalam hal semangat kompetitif dan profesionalisme. Menghadapinya selalu menjadi sebuah kehormatan, dan pertandingan-pertandingan seperti itu sangat membantu saya berkembang pesat."

Setelah berhasil melewati tantangan terberat dalam turnamen ini, Sinner kini akan fokus pada laga final melawan Alexander Zverev. Petenis asal Jerman itu telah mencapai final Wimbledon pertamanya setelah mengalahkan Arthur Fery dan saat ini sedang dalam performa terbaik, usai baru saja memenangkan gelar Roland Garros.

img_title Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Kompak Masuk Semifinal Mubadala DC Open

Meskipun telah memenangkan sembilan pertemuan terakhir mereka—termasuk final Australian Open 2025—Sinner berpendapat bahwa statistik tersebut tidak lagi terlalu berarti.

"Apa yang terjadi di masa lalu biarlah berlalu. Zverev kini menjadi pemain yang berbeda setelah memenangkan gelar Grand Slam pertamanya. Gelar itu telah meningkatkan kepercayaan dirinya secara signifikan, dan kita semua bisa melihat bahwa ia menampilkan permainan tenis yang luar biasa di Wimbledon.

Saya sangat antusias menghadapi dia di babak final. Pertandingan ini pastinya akan sangat berbeda, dan saya harus tampil dalam performa terbaik jika ingin mempertahankan gelar juara," tegas pemain berusia 25 tahun itu.