313 Anak Tidak Sekolah di Jatinagara, Camat dan Relawan Pendidikan Gandeng Agniya

Koordinasi Relawan Pendidikan dengan Camat Jatinagara.
Sumber :
  • AT

Ciamis, Olret – Sebanyak 313 anak di Kecamatan Jatinagara, Kabupaten Ciamis, tercatat sebagai Anak Tidak Sekolah (ATS). Angka ini menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan bersama relawan pendidikan yang kini bergerak cepat memulihkan hak pendidikan mereka melalui program kolaborasi dengan lembaga sosial Agniya.

img_title Pemuda Muhammadiyah Ciamis Gandeng UMC, 15 Warga Dapat Beasiswa Kuliah

Koordinasi antara relawan pendidikan dengan Camat Jatinagara, berlangsung di Kantor Kecamatan Jatinagara, Ciamis, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). Pertemuan ini menjadi momentum percepatan penanganan ATS yang selama ini masih terkendala data dan akses.

Dua Tahap Penanganan ATS

img_title Pemuda Muhammadiyah Ciamis Turun ke Desa, Dorong Penanganan Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Dusun

Relawan Pendidikan Kecamatan Jatinagara, Robi Aditia Nugraha, memaparkan bahwa strategi penanganan ATS dilakukan melalui dua tahap sistematis.

Tahap pertama adalah verifikasi data menggunakan aplikasi Verval ATS yang melibatkan pemerintah desa dan operator sekolah.

img_title Relawan Pendidikan Muhammadiyah Datangi DPRD Ciamis, Tanyakan Soal Anak Tidak Sekolah

"Kami memastikan data yang masuk akurat agar tidak ada anak yang terlewat. Verifikasi ini penting untuk memetakan akar masalah mengapa mereka putus sekolah," ujar Robi.

Tahap kedua, lanjut Robi, adalah mengembalikan akses pendidikan bagi anak-anak yang telah teridentifikasi. Proses ini tidak sederhana karena membutuhkan pendekatan personal dan solusi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.

Kolaborasi dengan Agniya

Camat Jatinagara, Adang Hartono, menyambut baik kehadiran relawan yang selama ini membantu verifikasi di lapangan. Ia menegaskan komitmennya untuk melangkah ke tahap berikutnya, yaitu mengembalikan anak ke bangku sekolah.

"Kami mengusung program bantuan biaya pendidikan bagi anak-anak yang membutuhkan. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Agniya," ujar Adang.

Program bantuan biaya pendidikan ini diharapkan menjadi solusi konkret bagi keluarga yang terkendala ekonomi. Dengan dukungan Agniya, anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat kembali menikmati pendidikan tanpa beban biaya.

181 dari 313 Anak Terverifikasi

Relawan Pendidikan tingkat Kabupaten Ciamis, Derry Ridwan Maoshul, mengungkapkan data terbaru menunjukkan dari 313 anak yang masuk daftar ATS, baru 181 anak yang telah selesai diverifikasi. Sisanya masih dalam proses pendataan.

"Proses verifikasi ini krusial. Kami tidak hanya mencatat nama, tetapi memetakan alasan di balik ketidaksekolahan anak. Apakah karena ekonomi, jarak sekolah, faktor orang tua, atau hal lain. Dengan pemetaan ini, penanganan bisa tepat sasaran," jelas Derry.

Halaman Selanjutnya
img_title