Pemuda Muhammadiyah Ciamis Turun ke Desa, Dorong Penanganan Anak Tidak Sekolah hingga Tingkat Dusun

Pemuda Muhammadiyah Ciamis bersama warga Desa Ciparay bahas penangananATS.
Sumber :
  • IS

Ciamis, Olret – Upaya menangani Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Ciamis mulai didorong semakin dekat dengan masyarakat. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Ciamis turun langsung ke Desa Ciparay, Kecamatan Cidolog, untuk memperkuat penanganan ATS hingga tingkat dusun.

img_title Anggota DPRD Jabar Tina Wiryawati Beberkan Alasan Holding Sanggabuana Ditahan: Tunggu RUU BUMD dari Pusat

Sosialisasi dan koordinasi tersebut berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, dengan melibatkan unsur Pemuda Muhammadiyah, pemuda desa, pemerintah desa, kepala dusun, serta relawan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pola penanganan ATS berbasis masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan desa dan dusun sebagai salah satu ujung tombak untuk mengetahui keberadaan anak yang tidak bersekolah sekaligus memahami persoalan yang mereka hadapi.

img_title Cara Guru Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Ciamis, Mochamad Isa Nuralamsyah, mengatakan persoalan ATS tidak dapat diselesaikan hanya dengan melihat angka dalam data.

Menurutnya, setiap anak yang tidak bersekolah memiliki latar belakang dan persoalan yang berbeda. Karena itu, proses penanganan harus dimulai dengan memastikan kondisi anak secara langsung serta mendengarkan persoalan yang dihadapi keluarga.

img_title Pemuda Muhammadiyah Ciamis Gandeng UMC, 15 Warga Dapat Beasiswa Kuliah

''Persoalan Anak Tidak Sekolah bukan sekadar persoalan angka. Di balik setiap data terdapat anak, keluarga, kondisi ekonomi, sosial, dan berbagai persoalan yang berbeda. Karena itu, kita harus datang langsung, memastikan kondisinya, mendengarkan keluarganya, kemudian bersama-sama mencari jalan agar anak tersebut dapat kembali memperoleh hak pendidikannya,” ujar Isa.

Dari Data ke Verifikasi Lapangan

Dalam penanganan ATS, keberadaan data menjadi titik awal. Namun, data tersebut perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi faktual agar kondisi anak dapat diketahui secara lebih akurat.

PIC Penanganan ATS PDPM Kabupaten Ciamis, Derry Ridwan Maoshul, menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat di tingkat desa dan dusun menjadi penting karena mereka memiliki kedekatan langsung dengan anak dan keluarganya.

Pendekatan tersebut juga memungkinkan proses pendampingan dilakukan secara lebih sesuai dengan persoalan masing-masing anak.

"Anak yang berhenti sekolah karena kendala ekonomi, misalnya, membutuhkan solusi yang berbeda dengan anak yang menghadapi persoalan keluarga, administrasi kependudukan, motivasi belajar, keterbatasan akses pendidikan, maupun anak yang telah memasuki dunia kerja," terang Derry.

Halaman Selanjutnya
img_title