Aku Berusaha Menjadi yang Terbaik, Meski Kadang Tak Sesuai Harapanmu

Giselle aespa
Sumber :
  • Instagram

Olret – Jujur, aku selalu ingin menjadi yang terbaik bagi kamu. Walaupun terkadang, aku tak tahu bagaimana caranya. Yang aku tahu persis; sepasang manusia yang saling menggenapi, harus terus memperbaiki diri agar dua jiwa yang bersatu bisa semakin padu.

Aku harus terus memperbaiki diri, begitu pun dengan kamu. Aku juga harus turut berperan dalam perbaikan yang kamu lakukan, kamu pun harusnya demikian. [Kutipan Buku Genap]

Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, meski kadang belum sesuai dengan harapanmu. Sungguh Aku Sudah Berusaha.

Kekuranganmu Adalah Rahasiaku.

Ingin kulanjutkan ceritaku tentang kamu, tentang cinta yang tak lagi kurasa sama. Tentang pandangan, belaian, dekapan, perhatian yang tak lagi kurasa ketulusannya. Tentang tatapan yang serasa menyalahkan, tentang hubungan kita yang juga ikut imbas dari peristiwa itu. Tapi aku ingat, sepasang suami istri sudah selayaknya menjadi pakaian masing-masing.

Kamu itu kadang ‘ngeselin’ banget. Dan kalau sudah begitu, aku jadi lebih kesal dengan diriku sendiri,

Hariku terjebak dalam rutinitas yang entah sampai kapan aku bisa bertahan. Aku tak tahu apa yang salah dengan yang namanya rutinitas. Yang aku tahu; Betapa lelahnya melakukan sesuatu tanpa rasa suka. Betapa letihnya memaksa diri untuk menyukai apa yang memang tidak kita suka. Aku ada tapi serasa tak hadir. Aku ada tapi serasa tak berguna. Lalu, untuk apa aku di sini? [Kutipan Buku Menata Hati]
ㅤㅤ
Kamu itu kadang ‘ngeselin’ banget. Dan kalau sudah begitu, aku jadi lebih kesal dengan diriku sendiri, karena tak pernah bisa menyampaikan kekesalanku padamu. Perasaan yang terpendam memang seringkali merepotkan. Unfortunately, di kolong langit ini, tak ada makhluk yang lebih pintar daripada perempuan dalam hal memendam rasa. Entah itu rasa suka, apalagi tak suka. Dan buatku, itu benar-benar merepotkan. [Kutipan Buku Genap1]

Kamu Boleh Pintar Dalam Hal Apapun, Tapi Jangan Pintar Untuk Membuat Alasan.

Apalah sulitnya merangkai sebuah kata, mengapit dua vokal kembar diantara dua konsonan; m-a-a-f, lalu mengucapkannya dengan sepenuh hati. Entahlah, mungkin bagi laki-laki yang egois, bilang maaf memang lebih sulit daripada bilang cinta. Ada saja pembenaran yang kamu katakan untuk memfasilitasi egomu itu. 
 
Bolehlah kamu pintar dalam apa saja, tapi tolong jangan pintar membuat alasan. Boleh saja kamu memberikan komitmen, tapi tolong jangan setengah-setengah, apalagi cuma sekedar formalitas. Ngerepotin, tahu! [Kutipan Buku Genap]