Viral! Cerita Wisatawan Bromo Dipalak Oknum, Saat Merekam Ojek Kuda

Wisatawan Bromo Kena Pungli
Sumber :
  • https://www.tiktok.com/@aldidutcho

Olret – Cerita wisatawan Gunung Bromo dipalak oleh oknum ojek kuda viral di media sosial. Hal ini lantaran wisatawan tersebut merekam oknum ojek kuda. Dalam narasinya, pengunggah meminta agar wisatawan di Gunung Bromo untuk berhati-hati ketika merekam panorama. Karena sewaktu-waktu bisa dikenakan biaya.

Diketahui, video tersebut viral diunggah dalam akun TikTok milik @aldidutcho dengan caption; "Kalau ke Bromo hati-hati, jangan suka ambil video, ini pengalaman pahit saya. Videoin kuda malah orangnya malak saya Rp. 50.000, ta' suruh hapus malah gak mau. Padahal banyak kuda lewat, saya videoin gak marah. Saya sebagai wisatawan sangat kecewa sekali. Tolong pada pengelola Bromo, diberantas pemalak-pemalak kayak gitu".

"Uangnya mana, uangnya mana lima puluh ribu? Sampeyang shoting gak bilang-bilang dari belakang" demikian suara oknum ojek kuda, dari dalam video.

Wisatawan lalu menjawab akan menghapus video itu. Namun, oknum ojek kuda tersebut tidak peduli dan tetap meminta uang walau videonya dihapus oleh wisatawan.

Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Syarif Hidayat buka suara. Ia membenarkan kejadian yang viral tersebut. TNBTS telah melakukan penelusuran fakta di lapangan dari kejadian tersebut. Saat ini oknum pungli telah ditemukan. Pelaku pun telah membuat video klarifikasi permintaan maaf atas perlakuannya memalak wisatawan, yang telah membuatnya viral.

"Saya pak Suyono pemandu kuda di kawasan wisata Bromo, meminta maaf atas viralnya video saya yang berbuat tidak semestinya. Sekali lagi saya meminta maaf yang sebesarnya khususnya kepada bapak Aldi Dutch pemilik akun TikTok @aldidutcho, dan saya berjanji tidak mengulangi lagi. Sekali lagi saya meminta maaf, terima kasih". Demikian narasi permintaan maaf dari oknum ojek kuda yang telah melakukan pungli.

Menanggapai permintaan maaf Pak Suyono, pemilik akun TikTok @aldidutcho mengucapkan syukur atas konflik yang baru saja diselesaikan secara kekeluargaan. Menurutnya semua hanya kesalahpahaman saja, dan Aldi Dutch meminta agar warganet saling memafkan dan kembali meramaikan wisata Bromo Tengger Semeru.