Samsung ISOCELL HPC Resmi Meluncur, Bawa DeepPix dan HDR 16-bit untuk Kamera 200MP
- Samsung
Pendekatan tersebut sejalan dengan arah pengembangan sensor 200MP Samsung dalam beberapa generasi terakhir. Perusahaan sebelumnya telah mengembangkan teknologi in-sensor zoom yang memungkinkan sebagian area dari sensor beresolusi tinggi digunakan untuk menghasilkan gambar dengan detail lebih baik tanpa sekadar melakukan cropping konvensional. Samsung menjelaskan bahwa sensor 200MP dapat mempertahankan resolusi 12,5MP hingga pembesaran 4x melalui teknologi in-sensor zoom tertentu.
Untuk meningkatkan efisiensi cahaya, ISOCELL HPC juga mengandalkan High Precision Microlens dan High Transmittance ARL. High Precision Microlens menggunakan material dengan indeks bias tinggi untuk mengumpulkan sekaligus mengarahkan lebih banyak cahaya menuju fotodioda. Sementara itu, High Transmittance ARL dirancang untuk mengurangi pantulan dan hamburan cahaya setelah melewati filter warna sehingga lebih banyak cahaya dapat mencapai lapisan silikon.
Samsung menjelaskan bahwa kedua pendekatan tersebut dapat meningkatkan efisiensi penangkapan cahaya, rasio signal-to-noise, serta reproduksi warna. Teknologi ini merupakan bagian dari pengembangan arsitektur piksel Samsung yang juga mencakup High Sensitivity DTI untuk mengurangi gangguan antarpiksel dan meningkatkan sensitivitas sensor.
Di sektor video, ISOCELL HPC menawarkan kemampuan yang cukup agresif untuk sensor smartphone 200MP. Sensor ini dapat merekam video 8K hingga 30 frame per detik, 4K hingga 180 frame per detik, serta Full HD hingga 360 frame per detik. Namun, pada perekaman Full HD 360fps, fitur autofokus tidak tersedia.
Samsung juga membekali sensor tersebut dengan Super QPD untuk sistem autofocus, Tetra²pixel, serta Smart ISO Pro HDR. Untuk kebutuhan pemrosesan dan fleksibilitas profesional, sensor mendukung format output RAW10, RAW12, RAW14, dan RAW16.
Dalam mode foto, ISOCELL HPC mampu menangkap gambar 200MP hingga 7,5fps. Pada resolusi 50MP, kecepatannya dapat mencapai 30fps, sedangkan resolusi 12,5MP dapat mencapai hingga 180fps. Kombinasi resolusi tinggi dan frame rate tersebut membuat sensor ini tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan foto dengan detail tinggi, tetapi juga memberikan ruang bagi produsen smartphone untuk mengoptimalkan fotografi malam, HDR, zoom, hingga perekaman slow-motion.
Kehadiran ISOCELL HPC memperlihatkan bagaimana persaingan sensor 200MP mulai bergeser dari sekadar mengejar angka megapiksel. Samsung sendiri telah mengembangkan sensor 200MP sejak ISOCELL HP1 dan terus meningkatkan kemampuan pikselnya melalui berbagai generasi, termasuk ISOCELL HP2 dan HP5. Pada HP5, misalnya, Samsung sudah menggunakan piksel berukuran 0,5 mikrometer dan tetap mempertahankan resolusi 200MP dalam format optik 1/1,56 inci.