Xiaomi Xring O3 vs Xring O1: Performa Naik hingga 89 Persen, NPU 200 TOPS
- Geekbench
Olret – Xiaomi tampaknya semakin serius membangun kemampuan chipset buatannya sendiri. Setelah memperkenalkan Xring O1 pada 2025 sebagai prosesor flagship pertama yang dikembangkan secara mandiri, perusahaan kini menghadirkan penerusnya melalui Xring O3. Menariknya, Xiaomi justru melewati nama Xring O2, meski hingga kini belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik penamaan tersebut. Xiaomi sebelumnya mengonfirmasi bahwa Xring O1 dibuat menggunakan proses 3nm generasi kedua dan membawa CPU 10-core serta GPU 16-core.
Di atas kertas, Xring O3 membawa peningkatan yang cukup besar dibandingkan Xring O1. Chipset baru ini masih menggunakan proses fabrikasi 3nm dari TSMC, tetapi disebut memakai node N3P yang lebih baru dibandingkan N3E pada Xring O1. Jumlah transistornya juga meningkat dari 19 miliar menjadi 24 miliar, sementara ukuran die bertambah dari 114,7 mm persegi menjadi 133 mm persegi.
Perubahan paling mencolok terlihat pada konfigurasi CPU. Xring O3 menggunakan desain CPU dengan seluruh inti berperforma tinggi dari keluarga ARM C1. Konfigurasinya terdiri dari dua inti C1-Ultra dengan kecepatan hingga 4,35 GHz, empat inti C1-Premium pada 3,68 GHz, serta empat inti C1-Pro dengan kecepatan 3,15 GHz. Sebagai pembanding, Xring O1 menggunakan dua Cortex-X925 hingga 3,9 GHz, empat Cortex-A725 pada 3,4 GHz, dua Cortex-A725 pada 1,9 GHz, dan dua Cortex-A520 pada 1,8 GHz.
Peningkatan tersebut terlihat jelas dalam pengujian benchmark Geekbench 6. Berdasarkan pengujian yang dipublikasikan media teknologi Tiongkok Xiaobai's Tech menggunakan Xiaomi Pad 9 Pro Max, Xring O3 mencatat skor single-core 2.910, sekitar 27 persen lebih tinggi dibandingkan skor Xring O1 yang mencapai 2.290 dalam perbandingan yang digunakan. Pada pengujian multi-core, jaraknya semakin lebar dengan skor 14.350 untuk Xring O3 dibandingkan 9.153 pada Xring O1, atau meningkat sekitar 57 persen.
Performa grafis juga menjadi salah satu area dengan peningkatan terbesar. Xring O3 menggunakan GPU Mali-G2 Ultra NX 16-core dengan frekuensi hingga 1.600 MHz. GPU tersebut berbeda dari Mali-G925 Immortalis 16-core yang digunakan Xring O1 dengan frekuensi hingga 1.392 MHz.
Dalam pengujian 3DMark Wild Life Extreme, Xring O3 memperoleh skor 11.378, sedangkan Xring O1 berada di angka 5.998. Berdasarkan angka tersebut, chipset generasi baru Xiaomi memberikan peningkatan sekitar 90 persen dalam benchmark grafis tersebut. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan Xring O3 bukan sekadar penyegaran kecil dari generasi sebelumnya.