5 Fitur Utama HyperOS 4 yang Bikin Ponsel Xiaomi Makin Canggih
- Xiaomi
Olret – Xiaomi HyperOS 4 membawa perubahan yang cukup besar pada pengalaman menggunakan perangkat Xiaomi. Sistem operasi generasi terbaru ini tidak hanya menawarkan tampilan antarmuka baru, tetapi juga menghadirkan peningkatan performa, fitur berbasis kecerdasan buatan, serta kemampuan konektivitas antarperangkat yang lebih terintegrasi.
Xiaomi mengembangkan HyperOS 4 dengan fokus pada tiga aspek utama, yakni performa yang lebih mulus, tampilan yang lebih dinamis, dan interaksi yang lebih praktis. Xiaomi juga memperkuat kemampuan AI melalui integrasi model bahasa besar MiMo serta arsitektur HyperCore yang menjadi fondasi sistem.
Salah satu perubahan yang paling mudah terlihat adalah hadirnya desain Soft Light Glass. Bahasa desain baru ini menggunakan perpaduan cahaya yang terdifusi, lapisan transparan, material buram, serta efek pencahayaan dinamis untuk memberikan tampilan antarmuka yang lebih hidup.
Efek tersebut tidak hanya diterapkan pada satu bagian sistem. Xiaomi membawanya ke berbagai elemen, termasuk layar kunci, layar utama, ikon aplikasi, Control Center, folder, widget, hingga aplikasi bawaan. Xiaomi juga memperkenalkan tata letak yang lebih adaptif agar elemen antarmuka dapat menyesuaikan penggunaan dan ukuran layar.
Namun, pengalaman Soft Light Glass tidak selalu sama pada setiap perangkat. Tingkat integrasi efek visual dapat bergantung pada kemampuan perangkat keras yang digunakan. Dengan kata lain, perangkat Xiaomi dengan spesifikasi lebih tinggi dapat memperoleh pengalaman visual dan efek sistem yang lebih lengkap.
Perubahan besar berikutnya datang dari Super XiaoAi 2.0. Xiaomi meningkatkan asisten sistemnya dengan mengintegrasikan kemampuan AI yang lebih dalam ke dalam ekosistem HyperOS 4. Perusahaan menyebut Super XiaoAi 2.0 memanfaatkan model bahasa besar MiMo untuk meningkatkan pemahaman konteks, pengelolaan tugas, serta kemampuan menjalankan berbagai tindakan.
Kemampuan AI tersebut tidak lagi sebatas menjawab pertanyaan. Xiaomi mengarahkannya untuk memahami konten yang sedang ditampilkan di layar dan membantu pengguna menyelesaikan tugas di berbagai aplikasi. Sistem juga mendukung pemahaman multimodal terhadap teks, suara, gambar, dokumen, dan konten layar.
Salah satu pengembangan yang menarik adalah kemampuan AI untuk menjalankan tugas secara lebih terintegrasi. Xiaomi mencontohkan kemampuan seperti mencari informasi di perangkat, memahami isi layar, mengambil informasi penting, hingga membantu menjalankan tindakan tertentu. Super XiaoAi juga mendapatkan kemampuan memori yang memungkinkan sistem mengingat preferensi dan informasi tertentu untuk memberikan respons yang lebih personal.
HyperOS 4 juga membawa sejumlah peningkatan pada performa sistem. Xiaomi memperbarui HyperCore dengan teknologi seperti perhitungan beban sistem dan memory preloading untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya perangkat. Menurut Xiaomi, optimalisasi tersebut ditujukan untuk menjaga sistem tetap responsif setelah perangkat digunakan dalam waktu lama.
Dalam materi yang diberikan Xiaomi, sistem pra-pemuatan memori berbasis AI diklaim dapat meningkatkan memori yang tersedia hingga 27,2 persen dan mempercepat peluncuran aplikasi hingga 17 persen setelah penggunaan dalam jangka panjang. Xiaomi juga menyebut optimalisasi HyperCore dapat mengurangi instruksi CPU yang tidak diperlukan sekitar 14,4 persen dibandingkan HyperOS 3.
Peningkatan tersebut turut diterapkan pada aplikasi bawaan. Pengalaman pengguliran di Galeri diklaim dapat menjadi hingga 90 persen lebih lancar, sementara waktu cold start aplikasi Kamera dikurangi sekitar 200 milidetik. Pemrosesan foto HDR juga disebut turun menjadi sekitar 240 milidetik dari sebelumnya 310 milidetik pada HyperOS 3.
Selain performa, Xiaomi memberikan perhatian besar pada layar kunci. HyperOS 4 memungkinkan pengguna melakukan personalisasi yang lebih fleksibel terhadap tampilan jam. Ukuran dan posisi jam dapat disesuaikan, termasuk penggunaan tata letak tipografi yang berbeda. Xiaomi juga memperkenalkan sistem notifikasi bertumpuk yang memanfaatkan beberapa lapisan kartu untuk menciptakan efek kedalaman visual.
Desain tersebut membuat layar kunci tidak lagi sekadar menampilkan jam dan notifikasi secara statis. Pengguna dapat mengatur komposisi layar agar lebih sesuai dengan wallpaper dan preferensi pribadi. Xiaomi juga menghadirkan efek spatial depth yang membuat sejumlah elemen tampak berada pada lapisan berbeda.
HyperOS 4 turut membawa fitur konektivitas baru yang memungkinkan pengalaman antarperangkat menjadi lebih praktis. Salah satunya adalah kemampuan sinkronisasi perangkat yang memungkinkan informasi tertentu diteruskan antarperangkat Xiaomi dalam ekosistem yang sama.
Untuk fitur yang berkaitan dengan sinkronisasi perangkat dan kemampuan lintas perangkat, Xiaomi menerapkan persyaratan perangkat dan versi sistem tertentu. Beberapa kemampuan HyperOS 4 juga masih bergantung pada wilayah, model perangkat, serta tahap pengembangan sistem. Xiaomi menegaskan bahwa sebagian fitur hanya tersedia pada model tertentu dan pengalaman akhirnya dapat berbeda sesuai perangkat.
Secara keseluruhan, HyperOS 4 tidak hanya membawa perubahan tampilan. Xiaomi mencoba menjadikan pembaruan ini sebagai peningkatan menyeluruh yang menggabungkan desain Soft Light Glass, kemampuan AI melalui Super XiaoAi 2.0, optimalisasi HyperCore, personalisasi layar kunci, serta konektivitas lintas perangkat.
HyperOS 4 sendiri mulai memasuki tahap beta pada 2026. Xiaomi juga telah membuka program Global Beta untuk sejumlah perangkat dan pengguna di wilayah tertentu, sehingga ketersediaan fitur maupun jadwal pembaruan dapat berbeda antara satu model dan wilayah dengan wilayah lainnya.