Laptop Samsung Misterius Muncul di Geekbench, Bawa Snapdragon X Elite dan Android 17
- youtube
Olret – Samsung tampaknya sedang menyiapkan langkah baru di pasar laptop. Sebuah perangkat misterius dengan nomor model Samsung XE940XSA muncul di database Geekbench dan menarik perhatian karena tidak menjalankan Windows maupun ChromeOS, melainkan Android 17.
Kemunculan tersebut menjadi menarik karena perangkat ini hadir di tengah debut kategori laptop baru bernama Googlebook. Google memperkenalkan Googlebook pada September 2026 sebagai lini laptop yang dibangun menggunakan teknologi Android dan fondasi desktop dari ChromeOS. Perangkat generasi awalnya dibuat oleh Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo.
Dalam listing Geekbench, Samsung XE940XSA tercatat menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon X Elite dengan konfigurasi CPU 12 inti dan kode nama "Hamoa". Chip tersebut dipadukan dengan GPU Adreno X1-85 serta RAM 16GB. Informasi ini menunjukkan bahwa perangkat misterius tersebut menggunakan spesifikasi yang lebih dekat dengan laptop premium daripada perangkat Android konvensional.
Samsung XE940XSA juga mencatat hasil yang cukup tinggi dalam pengujian Geekbench 7. Perangkat tersebut memperoleh skor 2.513 poin untuk single-core dan 15.214 poin untuk multi-core. Hasil tersebut menempatkannya di kelas performa yang sesuai untuk laptop tipis dan ringan dengan prosesor berperforma tinggi.
Yang paling mencuri perhatian tentu sistem operasinya. Geekbench mencatat perangkat tersebut menjalankan Android 17. Hal ini berbeda dari lini Galaxy Book Samsung saat ini yang menggunakan sistem operasi desktop konvensional. Karena Googlebook OS juga dibangun di atas teknologi Android, kemunculan laptop Samsung dengan Android 17 memunculkan dugaan bahwa XE940XSA merupakan perangkat Googlebook pertama Samsung.
Namun, belum ada konfirmasi bahwa XE940XSA benar-benar merupakan Googlebook. Samsung juga belum mengumumkan nama pemasaran, desain, harga, spesifikasi lengkap, maupun jadwal peluncuran perangkat tersebut. Karena itu, status perangkat ini masih sebatas produk yang terdeteksi melalui database benchmark.
Kemungkinan lainnya, Samsung dapat mengembangkan laptop Android dengan pendekatan yang lebih mandiri. Laporan sebelumnya memang mengindikasikan bahwa perusahaan sedang mengeksplorasi laptop berbasis Android yang dapat memanfaatkan ekosistem Galaxy, termasuk integrasi perangkat dan pengalaman desktop Samsung. Dengan pendekatan tersebut, perangkat ini tidak harus menjadi Googlebook meskipun sama-sama menggunakan Android sebagai fondasi.