Semakin Sayang, Semakin Takut Kehilangan? Ini Alasannya

Pasangan memasak
Sumber :
  • freepik

Olret – Semakin dekat dengan seseorang, kadang perasaan justru jadi semakin rumit. Awalnya nyaman, lalu perlahan muncul rasa takut kehilangan. Takut dia berubah, takut hubungan renggang, sampai takut ditinggalkan tanpa alasan yang jelas.

img_title 5 Alasan Seseorang Mulai Menjaga Jarak dari Lingkungan Pertemanan

Anehnya, rasa cemas ini sering muncul justru saat rasa sayang sedang besar-besarnya. Hal sederhana seperti chat yang dibalas lebih lama saja bisa bikin pikiran ke mana-mana.

Kalau pernah merasakan hal seperti ini, ternyata kamu tidak sendirian. Dalam psikologi, kondisi ini memang punya penjelasannya sendiri.

img_title Mencari Diri yang Hilang di Usia 20-an: Panduan Reset Hidup dari Nol ala Psikolog

Manusia Punya Kebutuhan Emosional untuk Merasa Aman

Psikolog terkenal, Abraham Maslow, menjelaskan dalam teori Hierarchy of Needs bahwa manusia memiliki kebutuhan akan rasa aman dan keterikatan emosional. Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, manusia secara alami ingin merasa dicintai, diterima, dan memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain.

img_title Honor Win 2 Segera Meluncur 21 Oktober, Varian RAM hingga 16GB dan Memori 1TB Terungkap

Saat seseorang mulai menjadi penting dalam hidup kita, otak menganggap hubungan itu sebagai sumber kenyamanan dan keamanan emosional. Karena itulah muncul rasa takut ketika ada kemungkinan kehilangan.

Semakin besar rasa nyaman yang dirasakan, semakin besar juga rasa cemas ketika hubungan terasa tidak aman.

Teori Attachment Menjelaskan Kenapa Kita Jadi Takut Kehilangan

Dalam dunia psikologi, ada teori terkenal bernama Attachment Theory yang dikembangkan oleh John Bowlby dan dilanjutkan oleh Mary Ainsworth.

Teori ini menjelaskan bahwa cara seseorang membangun hubungan saat dewasa sering dipengaruhi oleh pengalaman emosional di masa lalu. Orang yang memiliki anxious attachment atau pola keterikatan cemas biasanya lebih mudah takut ditinggalkan, lebih sensitif terhadap perubahan sikap pasangan, dan sering overthinking dalam hubungan.

Itulah kenapa chat yang telat dibalas atau perubahan kecil dalam hubungan bisa terasa sangat mengganggu secara emosional.

Bukan karena terlalu dramatis, tetapi karena otak sedang berusaha melindungi hubungan yang dianggap penting.

Pengalaman Masa Lalu Bisa Membentuk Ketakutan Berlebihan

Psikolog juga menyebut bahwa pengalaman emosional buruk dapat tersimpan sebagai memori yang memengaruhi hubungan berikutnya.

Seseorang yang pernah dikhianati, ditinggalkan, atau kehilangan orang penting dalam hidupnya cenderung memiliki kewaspadaan emosional yang lebih tinggi. Otak akan mencoba menghindari rasa sakit yang sama agar tidak terulang lagi.

Halaman Selanjutnya
img_title