Jamkrindo Bekali Mahasiswa Kuasai Keterampilan Digital untuk Hadapi Perubahan Dunia Kerja
- Dok. Jamkrindo
TANGERANG SELATAN, VIVA Olret - Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan otomatisasi mulai mengubah kebutuhan keterampilan di dunia kerja. Kondisi tersebut mendorong generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk mempersiapkan kemampuan baru agar mampu mengikuti perubahan industri.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar bertajuk “Generasi Muda Membangun Bisnis di Era Digital” yang digelar di Teras Ciputat, Tangerang Selatan, Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang didukung PT Jamkrindo tersebut diikuti sekitar 100 peserta dan menghadirkan diskusi mengenai transformasi teknologi serta peluang ekonomi digital.
Ma'ruf Mutaqin dari Tim Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial menilai perubahan teknologi akan memengaruhi berbagai jenis pekerjaan. Meski otomatisasi berpotensi menggantikan sejumlah pekerjaan konvensional, perkembangan tersebut juga membuka peluang munculnya profesi baru.
“Otomatisasi memang akan menggantikan beberapa jenis pekerjaan konvensional, namun ia juga membuka ribuan profesi baru yang belum pernah ada sebelumnya. Kuncinya adalah Future of Work Literacy—kita harus cepat beradaptasi dan terus memperbarui keterampilan agar tetap relevan,” jelas Ma'ruf, dalam keterangan resminya, dikutip Senin (2/11/2026).
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan memperbarui keterampilan menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi perubahan kebutuhan industri. Mahasiswa perlu mempersiapkan diri agar tidak hanya bergantung pada pengetahuan yang diperoleh selama menjalani pendidikan formal.
Sekretaris Jenderal Inovasi Muda Indonesia, Deni Irawan, juga mengajak mahasiswa mengubah cara pandang terhadap perkembangan teknologi. Ia menilai perubahan yang terjadi dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengenali kebutuhan masyarakat sekaligus menemukan peluang usaha.
“Dunia kerja saat ini sedang bertransformasi besar-besaran. Bagi generasi muda, disrupsi ini jangan dilihat sebagai hambatan, melainkan peluang emas untuk melahirkan inovasi dan membangun kewirausahaan berbasis kreativitas yang mandiri,” ujar Deni.
Perspektif lain disampaikan Founder Karir Anak, Faizal Kamal, yang menilai AI dapat membantu generasi muda memulai bisnis digital dengan lebih efisien. Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses produksi, analisis pasar, hingga pengembangan strategi pemasaran.
“Di era kecerdasan artifisial ini, modal utama bukan lagi hal yang mustahil. Siapa pun bisa merintis bisnis digital dari nol asalkan mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu produksi dan analisis pasar yang efisien,” tutur Faizal.