5 Manfaat Kesehatan Barley yang Mengesankan
- https://www.pexels.com/id-id/foto/pabrik-gandum-coklat
Jenis serat tidak larut yang terkandung dalam barley dapat membantu mencegah pembentukan batu empedu dan mengurangi kemungkinan dilakukannya operasi kantong empedu.
Dalam sebuah studi observasional selama 16 tahun, wanita dengan asupan serat tertinggi memiliki risiko 13 persen lebih rendah untuk mengalami batu empedu yang mengharuskan pengangkatan kantong empedu.
Manfaat ini tampaknya berkaitan dengan jumlah asupan, karena setiap peningkatan 5 gram asupan serat tidak larut menurunkan risiko batu empedu sekitar 10 persen.
Dalam studi lain, individu dengan obesitas menjalani salah satu dari dua jenis diet penurunan berat badan cepat, yang satu tinggi serat, sedangkan yang lainnya tinggi protein. Penurunan berat badan secara cepat dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu.
Setelah lima minggu, peserta yang menjalani diet tinggi serat memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk memiliki kantong empedu yang sehat dibandingkan mereka yang menjalani diet tinggi protein.
5. Beta-glukan dapat membantu menurunkan kolesterol
Barley juga dapat menurunkan kadar kolesterol Anda.
Beta-glukan yang terkandung dalam barley terbukti dapat menurunkan kolesterol LDL "jahat" dengan cara mengikat asam empedu.
Tubuh Anda membuang asam empedu tersebut, yang diproduksi hati dari kolesterol melalui feses.
Akibatnya, hati harus menggunakan lebih banyak kolesterol untuk memproduksi asam empedu baru, yang pada gilirannya menurunkan jumlah kolesterol yang beredar dalam darah Anda.
Dalam sebuah studi berskala kecil, pria dengan kadar kolesterol tinggi menjalani diet yang kaya akan gandum utuh, beras merah, atau jelai (barley).
Setelah lima minggu, mereka yang mengonsumsi barley berhasil menurunkan kadar kolesterol 7 persen lebih banyak dibandingkan peserta yang menjalani dua jenis diet lainnya.
Selain itu, kelompok yang mengonsumsi barley juga mencatat peningkatan terbesar pada kadar kolesterol HDL ("kolesterol baik") serta penurunan terbesar pada kadar trigliserida.
Sebuah tinjauan terkini yang mengevaluasi 14 uji coba terkontrol secara acak, standar emas dalam penelitian ilmiah, menemukan hasil serupa.
Penelitian laboratorium serta studi pada hewan dan manusia juga menunjukkan bahwa SCFA, yang dihasilkan saat bakteri usus yang sehat mengonsumsi serat larut dapat membantu mencegah produksi kolesterol, sehingga semakin menurunkan kadar kolesterol.