Cara Mencegah Refluks Asam dan Rasa Terbakar di Dada (Heartburn)
- https://dk4fkkwa4o9l0.cloudfront.net/
Meskipun para penulis mencatat bahwa keterbatasan dalam penelitian tersebut menyulitkan penentuan tingkat efektivitasnya, mereka menyimpulkan bahwa ini adalah cara sederhana yang patut dicoba.
3. Pertahankan berat badan yang ideal
Jika Anda memiliki kelebihan lemak perut, tekanan di dalam rongga perut dapat mendorong sfingter esofagus bagian bawah ke arah atas, menjauhi penyangga diafragma.
Kondisi ini, yang dikenal sebagai hernia hiatus, dapat memicu GERD, meskipun bukan merupakan penyebab utamanya.
Jika Anda tertarik menurunkan berat badan untuk mengatasi refluks asam, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui apakah langkah tersebut tepat bagi Anda dan, jika ya, bagaimana cara menurunkannya secara aman dan berkelanjutan.
4. Berhenti merokok
Air liur Anda membantu menetralkan asam yang naik dari lambung ke kerongkongan. Namun, merokok dapat mengurangi jumlah air liur di dalam mulut Anda.
Merokok juga menurunkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, yang dapat menyebabkan batuk dan refluks asam. Penelitian menunjukkan bahwa berhenti merokok dapat mengurangi tingkat keparahan refluks asam atau GERD yang Anda alami.
Perubahan Pola Makan
Perubahan pola makan termasuk apa, kapan, dan bagaimana Anda makan juga dapat membantu mengurangi atau mencegah refluks asam.
1. Hindari pemicu
Beberapa jenis makanan dapat menyebabkan refluks asam dan nyeri ulu hati (heartburn). Perhatikan baik-baik bagaimana perasaan Anda setelah mengonsumsi berbagai jenis makanan.
Pemicu yang mungkin meliputi:
- makanan berlemak atau digoreng.
- alkohol.
- kopi.
- minuman berkarbonasi, seperti soda.
- cokelat.
- bawang putih.
- bawang bombay.
- buah sitrus.
- peppermint.
- spearmint.
- saus tomat.
Jika Anda mengalami refluks asam atau nyeri ulu hati setelah mengonsumsi makanan tertentu, lakukan langkah-langkah untuk menghindarinya.
2. Makan lebih awal
Jika Anda rentan mengalami refluks asam, disarankan untuk menghindari makan dalam kurun waktu 2 hingga 3 jam sebelum tidur.
Pertimbangkan juga untuk menyantap porsi makan terbesar Anda saat makan siang agar porsi makan malam bisa lebih ringan.
Penelitian menunjukkan bahwa tidur dengan kondisi makanan belum tercerna sepenuhnya terutama setelah menyantap makanan berat dapat memperparah gejala pada malam hari.