Apakah Santan Cocok untuk Diet Keto?
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Diet ketogenik atau diet keto adalah pola makan yang ditandai dengan kandungan lemak tinggi, protein dalam jumlah sedang, dan karbohidrat yang sangat rendah.
Metode ini ditemukan lebih dari satu abad yang lalu dan telah menjadi salah satu tren diet paling populer dalam beberapa tahun terakhir.
Sering kali, metode ini digunakan sebagai sarana jangka pendek untuk mendukung penurunan berat badan, namun dapat pula diterapkan secara terapeutik untuk menangani kondisi medis tertentu, seperti diabetes tipe 2 dan gangguan kejang.
Komposisi makronutrien yang tepat dalam diet ketogenik bisa bervariasi, namun secara umum terdiri dari 55–60 persen lemak, 30–35 persen protein, dan 5–10 persen karbohidrat.
Kebanyakan orang yang berhasil menjalani diet keto membatasi asupan karbohidrat hingga tidak lebih dari 50 gram per hari, meskipun ada pula yang memilih batas harian yang jauh lebih rendah dari itu.
Jika Anda baru memulai diet keto, mungkin membingungkan untuk menentukan makanan apa saja yang diperbolehkan termasuk santan, yang merupakan alternatif populer pengganti susu sapi bagi mereka yang menghindari produk susu.
Artikel ini membahas apakah santan cocok untuk diet keto, serta memberikan beberapa tips mengenai cara penggunaannya.
Secara Alami Rendah Karbohidrat dan Tinggi Lemak
Santan adalah cairan berwarna putih yang kental, yang dibuat dari daging kelapa yang dihaluskan.
Kandungan nutrisi dalam 1 ons (30 ml) santan, baik santan kemasan maupun santan segar terdiri dari sekitar 7 gram lemak, 1,5 gram karbohidrat, dan 0,5 gram protein.
Sekitar 90 persen kalori dalam santan berasal dari lemak, sementara 10 persen sisanya berasal dari kombinasi karbohidrat dan protein. Meski demikian, kadar karbohidratnya cukup rendah sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk memasukkannya ke dalam pola makan keto.
Jenis-jenis Tertentu Tidak Begitu Ramah Keto
Meskipun santan kelapa kalengan biasa yang mengandung lemak penuh sangat cocok untuk diet keto, jenis lainnya mungkin tidak begitu sesuai.
Sebagai contoh, versi yang diberi pemanis mungkin mengandung karbohidrat dalam jumlah yang cukup untuk membuat asupan Anda melebihi batas harian. Oleh karena itu, periksalah label informasi nilai gizi untuk memastikan Anda tidak membeli produk yang mengandung pemanis.