Aku Menjadi Lebih Tenang, Ketika Aku Tak Mengurusi yang Bukan Urusanku

Pria yang tenang
Sumber :
  • tvN

Dan dalam hari pasti selalu ada kesempatan. Jika hari ini tak sebaik hari kemarin. Maka berusahalah untuk menjadikan hari esok jauh lebih baik dari hari ini dan dari hari-hari sebelumnya.

Mungkin saat ini adalah masa-masa dimana kau memang harus berjuang dan menangis. Namun kelak, insyaAllah ada masa kau akan bahagia dan melihat hasilnya hingga kau dapat tersenyum manis. Bersabarlah dan kuatlah. Lelahmu akan berakhir dan bahagiamu akan kembali hadir.

Aku memilih diam dan memilih semuanya ku pendam. Semata-mata hanya untuk menjaga perasaanmu dari lisan yang sekiranya dapat melukai tanpa disadari.

"Karena tidak semua yang kau cintai dalam hatinya tertulis namamu. Dan tidak semua orang yang kau perlakukan dengan baik akan membalas budimu." — Imam Syafi'i.

Sadarlah. Kita ini adalah angan-angan orang yang telah mati. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
.
"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan". Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. (Qs. Al Mu'minuun : 99-100).

Kita ini kan ciptaan Allah bukan ciptaan manusia. Seharusnya kita sadar bahwa kita ini istimewa. Karena Allah tak pernah gagal dalam segala penciptaan-Nya. Semangat yaa :)

Tak perlu khawatir dengan apa yang nyatanya telah berakhir. Biarlah semua berjalan dan mengalir. Lekas sembuh dari luka yang lalu. Lekas berdiri dari jatuhnya hati. Dan lekas membaik dari segala hal yang pahit. Cobalah untuk kembali mengingat Sang Ilahi, agar kaupun dapat berdamai dengan hati.