Vivo V2603A Muncul di Geekbench, Bawa Dimensity 7500 dan RAM 12GB

Vivo X300e
Sumber :
  • Vivo

Olret – Vivo tampaknya sedang menyiapkan smartphone baru yang hingga kini masih misterius. Perangkat dengan nomor model V2603A tersebut secara bertahap telah melewati sejumlah proses sertifikasi di Tiongkok, dan kini kembali muncul di Geekbench. Kemunculan di platform benchmark itu mengungkap sejumlah informasi penting mengenai dapur pacu, kapasitas RAM, serta sistem operasi yang akan digunakan.

img_title OPPO A7 Pro Resmi Terungkap, Bawa Baterai 8.000mAh dan Ketahanan IP69K

Sebelumnya, Vivo V2603A telah tercatat dalam sertifikasi CMIIT di Tiongkok pada akhir Juli 2026. Sertifikasi tersebut mengonfirmasi bahwa perangkat merupakan ponsel 5G, tetapi belum mengungkap nama komersial maupun spesifikasi lengkapnya. Model V2603A tercatat bersama perangkat Vivo lainnya dalam database otoritas telekomunikasi Tiongkok.

Setelah CMIIT, perangkat yang sama disebut telah memperoleh sertifikasi 3C. Sertifikasi tersebut mengindikasikan dukungan pengisian daya 44W. Jika informasi ini akurat, kemampuan pengisian tersebut cukup menarik karena berbeda dari beberapa perangkat Vivo dan iQOO yang menggunakan chipset serupa.

img_title iPhone Lipat Apple Dikabarkan Punya Nama Baru: iPhone Duo, Ultra, atau Fold?

Petunjuk paling menarik datang dari Geekbench. Vivo V2603A tercatat menggunakan chipset dengan nomor model MediaTek MT6881. Platform tersebut memiliki konfigurasi delapan inti CPU, terdiri dari empat inti dengan kecepatan hingga 2,60GHz dan empat inti lainnya pada 2,0GHz. GPU yang digunakan adalah Mali-G625 MC2.

Konfigurasi tersebut mengarah pada MediaTek Dimensity 7500. MediaTek sendiri telah memperkenalkan Dimensity 7500 sebagai chipset kelas menengah yang menggunakan proses fabrikasi 4nm, dengan konfigurasi CPU empat inti Arm C1 Pro hingga 2,6GHz dan empat inti Arm C1 Nano hingga 2,0GHz, serta GPU Mali-G625 MC2.

img_title Lenovo Yoga Tab Gen 2 dan Plus Gen 2 Resmi, Dapat 7 Tahun Update Android hingga 2033

Selain chipset, daftar Geekbench juga menunjukkan bahwa perangkat ini memiliki RAM 12GB. Smartphone tersebut menjalankan Android 16, yang kemungkinan akan dipadukan dengan antarmuka OriginOS 6 ketika dipasarkan. Namun, nama perangkat dan konfigurasi perangkat lunak tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari Vivo.

Menariknya, identitas V2603A hingga kini masih menjadi teka-teki. Sertifikasi CMIIT hanya mencantumkannya sebagai perangkat Vivo dan belum memberikan kepastian mengenai nama komersial yang akan digunakan. Karena itu, belum bisa dipastikan apakah ponsel ini nantinya benar-benar dipasarkan sebagai perangkat Vivo atau justru masuk ke lini iQOO.

Halaman Selanjutnya
img_title