Hisense A10 Bawa Konsep Unik, Ponsel E-Ink dengan Layar LCD Warna yang Bisa Dilepas
- Hisense
Olret – Hisense kembali mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda di pasar smartphone dengan Hisense A10, ponsel berbasis layar E-Ink yang menawarkan pendekatan modular tidak biasa. Alih-alih memaksakan layar warna sebagai bagian permanen dari perangkat, Hisense menjadikan layar LCD warna sebagai aksesori yang dapat dipasang dan dilepas sesuai kebutuhan.
Hisense mulai memberikan teaser mengenai A10 pada Juni 2026 sebelum mengungkap desain dan sejumlah detail perangkat pada Juli. Konsep yang ditawarkan cukup berbeda dari ponsel layar ganda seperti Bigme HiBreak Dual 2. Pada A10, layar utama tetap berupa panel E-Ink monokrom berukuran 6,13 inci, sementara layar LCD warna ditempatkan sebagai modul tambahan yang dapat dipasang secara magnetis di bagian belakang.
Pendekatan tersebut membuat pengguna tidak harus selalu membawa layar warna. Bagi mereka yang lebih sering menggunakan ponsel untuk membaca buku digital, mencatat, atau mengerjakan dokumen, perangkat dapat digunakan dengan layar E-Ink saja. Ketika membutuhkan warna untuk melihat foto, komik, grafik, aplikasi media sosial, maupun konten multimedia, layar LCD tambahan dapat dipasang.
Konsep layar warna yang dapat dilepas ini menjadi salah satu daya tarik utama Hisense A10. Layar tersebut juga disebut dijual sebagai aksesori terpisah, sehingga pengguna yang memang menginginkan pengalaman membaca dengan E-Ink tidak harus membeli modul warna sejak awal.
Foto-foto terbaru yang dibagikan Hisense memberikan gambaran lebih jelas mengenai mekanisme penggunaan kedua layar tersebut. Pengguna dapat berpindah antara layar E-Ink dan LCD melalui beberapa metode, termasuk tombol fisik Ink Smart Key, pengaturan cepat, serta tombol yang tersedia melalui quick ball.
Untuk mengoptimalkan pengalaman menggunakan panel E-Ink, Hisense membekali A10 dengan sistem pengendalian layar yang dapat menyesuaikan perilaku panel secara otomatis. Perusahaan juga menyebut adanya pengaturan suhu dan refresh yang dirancang untuk mengurangi efek ghosting atau bayangan pada tampilan E-Ink. Mode penyegaran cepat khusus juga disediakan bagi pengguna yang membutuhkan respons layar lebih cepat.
Di sektor performa, Hisense A10 menggunakan Qualcomm QCM6690, sebuah prosesor octa-core dengan fabrikasi 4nm. Chip tersebut bukan platform flagship, tetapi lebih diarahkan pada perangkat dengan kebutuhan efisiensi dan penggunaan harian. Hisense mengoptimalkannya untuk aktivitas seperti membaca PDF, berpindah halaman, membuka beberapa dokumen sekaligus, serta membuat anotasi tulisan tangan dalam waktu lama.