Nokia 300 Charge Bawa Baterai 3.700mAh dan Bisa Isi Daya Ponsel Lain
- youtube
Olret – HMD kembali menghadirkan ponsel fitur Nokia yang mengutamakan daya tahan baterai dibandingkan fitur modern. Kali ini, perusahaan meluncurkan Nokia 300 Charge secara global, sebuah ponsel sederhana yang tidak menawarkan layar sentuh, kamera beresolusi tinggi, maupun fitur berbasis kecerdasan buatan.
Sesuai namanya, daya tarik utama Nokia 300 Charge terletak pada kapasitas baterainya yang mencapai 3.700mAh. Kapasitas tersebut tergolong sangat besar untuk sebuah feature phone. HMD mengklaim baterai ini mampu memberikan waktu siaga hingga 40 hari dan waktu bicara hingga 37 jam.
Pengisian dayanya juga sudah menggunakan port USB Type-C. Namun, yang membuat Nokia 300 Charge semakin menarik adalah kemampuannya mengisi daya perangkat lain. Ponsel ini memiliki tombol khusus bertuliskan “Out” di bagian samping yang dapat digunakan untuk mengaktifkan fitur reverse charging dengan daya hingga 10W.
Dengan fitur tersebut, Nokia 300 Charge dapat berfungsi layaknya power bank sederhana ketika pengguna membutuhkan tambahan daya untuk perangkat lain yang kompatibel. Konsep ini membuat baterai berkapasitas besar pada ponsel tersebut tidak hanya berguna untuk memperpanjang masa pakai perangkat itu sendiri.
Pendekatan tersebut mengingatkan pada Nokia 123 Shield, ponsel tangguh lain dari HMD yang juga mengutamakan daya tahan dan fungsi dasar dibandingkan mengejar spesifikasi smartphone modern. Keduanya menunjukkan bahwa HMD masih melihat adanya pasar untuk perangkat yang dirancang khusus bagi pengguna yang membutuhkan ponsel sederhana dengan baterai tahan lama.
Secara fisik, Nokia 300 Charge memiliki dimensi 136,6 x 55 x 14,94 mm dengan bobot 138 gram. Perangkat ini menggunakan layar LCD berukuran 2,4 inci dengan resolusi 320 x 240 piksel. Karena merupakan feature phone, perangkat tersebut tetap mempertahankan tombol fisik sebagai metode utama untuk navigasi dan pengoperasian.
Di bagian dalam, Nokia 300 Charge menggunakan chipset Unisoc SC6531E yang dipadukan dengan sistem operasi S30+. Kombinasi tersebut sama seperti yang digunakan Nokia 123 Shield. Kapasitas RAM dan penyimpanannya juga sangat sederhana, masing-masing hanya 4MB.
Untuk konektivitas, Nokia 300 Charge masih mengandalkan jaringan 2G dengan dukungan pita frekuensi 900MHz dan 1800MHz. Artinya, perangkat ini memang ditujukan untuk kebutuhan komunikasi dasar seperti panggilan telepon dan pesan, bukan untuk pengalaman internet modern seperti smartphone 4G atau 5G.