OPPO A7 Pro dan A7 Pro Max Versi Global Muncul di Geekbench, Bawa Chipset Berbeda
- Oppo
Olret – OPPO tampaknya tengah bersiap membawa seri A7 Pro ke pasar global. Setelah memperkenalkan OPPO A7 Pro dan A7 Pro Max di Tiongkok, dua perangkat yang diduga merupakan versi internasionalnya kini mulai bermunculan di berbagai basis data sertifikasi. Kemunculan terbaru di Geekbench 7 pun memberikan gambaran lebih jelas mengenai chipset dan konfigurasi yang kemungkinan akan digunakan.
OPPO A7 Pro 5G tercatat dengan nomor model CPH2931, sementara OPPO A7 Pro Max 5G menggunakan nomor model CPH2909. Kedua nomor model tersebut sebelumnya juga telah terdeteksi di sejumlah platform sertifikasi, termasuk NBTC Thailand, sehingga semakin memperkuat indikasi bahwa OPPO sedang menyiapkan ekspansi kedua perangkat tersebut ke pasar di luar Tiongkok.
Yang menarik, Geekbench menunjukkan bahwa kedua model global ini kemungkinan menggunakan chipset yang berbeda. OPPO A7 Pro 5G (CPH2931) tercatat membawa platform MediaTek dengan kode MT6835, sedangkan OPPO A7 Pro Max 5G (CPH2909) menggunakan platform Qualcomm dengan kode SM4850.
Kode MediaTek MT6835 tersebut mengarah pada keluarga Dimensity 6300. Menariknya, OPPO A7 Pro versi Tiongkok memang secara resmi menggunakan MediaTek Dimensity 6360 Max dengan CPU delapan inti dan kecepatan hingga 2,4GHz. Dengan demikian, ada kemungkinan konfigurasi chipset pada model global tidak jauh berbeda, meski identitas chipset final untuk pasar internasional belum dikonfirmasi secara resmi oleh OPPO.
Sementara itu, Qualcomm SM4850 yang tercantum pada Geekbench diperkirakan mengarah ke Snapdragon 4 Gen 5. Jika informasi tersebut benar, A7 Pro Max versi global akan memiliki konfigurasi chipset yang berbeda dari A7 Pro dan menjadi salah satu pembeda utama di antara kedua model tersebut.
Dari sisi performa, OPPO A7 Pro 5G mencatat skor 719 poin pada pengujian single-core dan 2.074 poin pada pengujian multi-core. Adapun OPPO A7 Pro Max 5G memperoleh skor lebih tinggi, yakni 834 poin untuk single-core dan 2.181 poin untuk multi-core. Kedua perangkat yang diuji sama-sama tercatat membawa RAM 8GB serta menjalankan Android 16.
Kemunculan Android 16 juga sejalan dengan perangkat lunak yang digunakan pada lini A7 Pro. OPPO sendiri mencantumkan ColorOS 16 sebagai sistem operasi pada A7 Pro versi Tiongkok.
Jika versi global nantinya mengadopsi spesifikasi yang sama atau mendekati model Tiongkok, OPPO A7 Pro akan menawarkan layar berukuran 6,57 inci dengan resolusi FHD+ 2372 × 1080 piksel dan refresh rate hingga 120Hz. Perangkat ini juga membawa kamera utama 50MP serta kamera depan 8MP. Untuk sumber daya, A7 Pro dibekali baterai berkapasitas 8.000mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W.
Sementara itu, OPPO A7 Pro Max hadir dengan layar 6,78 inci beresolusi 1,5K dan refresh rate 120Hz. Perangkat ini menjadi model yang lebih menonjol dari sisi kapasitas baterai karena membawa baterai 10.000mAh dengan dukungan pengisian cepat 80W. OPPO juga membekalinya dengan kamera utama 50MP dan kamera depan 50MP.
Kapasitas baterai menjadi salah satu daya tarik utama A7 Pro Max. OPPO mengklaim baterainya dirancang untuk mempertahankan kesehatan di atas 80 persen setelah 1.500 siklus pengisian dalam pengujian laboratorium tertentu. Perangkat tersebut juga mendukung pengisian balik hingga 27W.
Meski demikian, spesifikasi lengkap untuk OPPO A7 Pro dan A7 Pro Max versi global belum diumumkan secara resmi. Data Geekbench memberikan petunjuk mengenai chipset, RAM, sistem operasi, dan performanya, tetapi belum cukup untuk memastikan bahwa seluruh spesifikasi versi Tiongkok akan dibawa tanpa perubahan ke pasar internasional.
Untuk saat ini, kemunculan CPH2931 dan CPH2909 di Geekbench serta sejumlah basis data sertifikasi menjadi sinyal kuat bahwa OPPO A7 Pro dan A7 Pro Max sedang dipersiapkan untuk debut di luar Tiongkok. Namun, informasi mengenai jadwal peluncuran, harga, konfigurasi memori, serta spesifikasi final untuk masing-masing negara masih perlu menunggu pengumuman resmi dari OPPO.