Googlebook Resmi Dibuka untuk Preorder, Laptop Android dengan Gemini Mulai $899
- youtube
Olret – Google akhirnya resmi membuka pemesanan awal untuk Googlebook, kategori laptop baru yang menggabungkan teknologi Android dengan fondasi desktop dari ChromeOS. Perangkat ini dirancang khusus untuk terintegrasi dengan ponsel Android sekaligus menghadirkan fitur kecerdasan buatan Gemini secara langsung di dalam pengalaman penggunaan laptop.
Googlebook sebelumnya telah diperkenalkan Google pada Mei 2026. Kini, setelah beberapa bulan pengembangan, Google bersama lima mitra perangkat kerasnya, yakni Acer, ASUS, Dell, HP, dan Lenovo, mulai menawarkan perangkat tersebut kepada konsumen. Preorder telah dibuka pada 21 September, sementara perangkat dijadwalkan mulai tersedia di Amerika Serikat pada 4 Oktober 2026.
Jajaran Googlebook generasi pertama hadir dengan harga mulai dari $899. Google menghadirkan lima model dengan karakteristik perangkat keras yang berbeda, mulai dari laptop convertible hingga perangkat dengan layar berukuran besar. Seluruh model menggunakan material premium seperti aluminium, magnesium alloy, atau serat karbon, serta menawarkan layar sentuh dengan resolusi hingga 2.8K OLED.
Untuk model Acer, Googlebook 14 menjadi satu-satunya perangkat convertible dalam jajaran peluncuran. Model ini dibanderol mulai $899 dan menggunakan layar OLED 2.8K berukuran 14 inci. Acer Googlebook tersedia dengan prosesor Intel Core Ultra 5 dan memiliki RAM 16GB serta penyimpanan 512GB pada konfigurasi yang tercantum di Google Store.
ASUS Googlebook menjadi salah satu model yang mengutamakan mobilitas. Google menyebut perangkat ini memiliki bobot sekitar 2,2 pon atau hampir 1 kilogram, sehingga menjadi model paling ringan dalam jajaran Googlebook yang diluncurkan. Sementara itu, Dell menghadirkan desain yang terinspirasi dari lini XPS dan menggunakan prosesor Snapdragon X Elite.
HP Googlebook juga menggunakan Snapdragon X Elite dan menawarkan penyimpanan hingga 1TB. Model ini turut membawa sejumlah fitur keamanan dan kemudahan penggunaan, termasuk dukungan autentikasi biometrik. Sementara Lenovo Googlebook hadir dengan layar berukuran sekitar 15 inci dan menjadi model dengan layar paling besar dalam jajaran peluncuran.
Di sisi software, Googlebook menggunakan Googlebook OS yang dibangun dari teknologi Android dan fondasi desktop ChromeOS. Google merancang sistem ini bukan sekadar sebagai penerus Chromebook, tetapi sebagai kategori laptop baru yang mengutamakan integrasi Android dan kemampuan Gemini.
Salah satu fitur yang menjadi sorotan adalah Magic Pointer. Pengguna cukup menggerakkan kursor untuk memanggil Gemini pada area yang sedang dikerjakan. Gemini kemudian dapat memahami teks, gambar, dan konteks di layar untuk memberikan bantuan atau saran yang relevan. Pengguna juga dapat melanjutkan interaksi melalui jendela percakapan Gemini.
Google juga menghadirkan Rambler, fitur berbasis suara yang dapat mengubah ucapan pengguna menjadi tulisan yang lebih terstruktur. Selain itu, tersedia Create My Widget yang memungkinkan pengguna membuat widget desktop dengan mendeskripsikan fungsi yang diinginkan menggunakan bahasa sehari-hari tanpa perlu menulis kode.
Integrasi dengan ponsel Android menjadi salah satu fokus utama Googlebook. Pengguna dapat mengakses file dan foto dari ponsel melalui aplikasi Files di laptop, melanjutkan aktivitas dari ponsel ke Googlebook, serta menggunakan fitur Cast My Apps untuk menjalankan dan berinteraksi dengan aplikasi ponsel melalui jendela di laptop.
Google juga menggabungkan pengalaman web melalui Chrome desktop dengan aplikasi Android dari Google Play. Pengguna dapat menjalankan berbagai aplikasi Android dengan dukungan layar besar, keyboard, dan mouse. Googlebook juga mendukung aplikasi seperti Adobe Photoshop, Adobe Lightroom, dan CapCut.
Dari sisi kecerdasan buatan, Googlebook mengandalkan pemrosesan AI langsung di perangkat. Googlebook menggunakan prosesor Intel dan Qualcomm dengan NPU yang mampu menghasilkan lebih dari 45 TOPS untuk pemrosesan AI di perangkat. Google menyebut daya tahan baterainya dapat mencapai hingga 14 jam untuk pemutaran video dan hingga 16 jam untuk penjelajahan web, tergantung model dan penggunaan.
Setiap pembelian Googlebook juga mendapatkan langganan Google AI Pro selama 12 bulan yang mencakup penyimpanan cloud 5TB serta akses ke berbagai fitur Gemini. Pembeli juga memperoleh sejumlah penawaran aplikasi dan layanan tambahan, termasuk tiga bulan YouTube Premium serta akses terbatas waktu ke aplikasi seperti Adobe Photoshop.
Google turut menjanjikan pembaruan sistem untuk Googlebook OS hingga 10 tahun. Perangkat pertama mulai tersedia di Amerika Serikat pada 4 Oktober, kemudian menyusul Kanada, Inggris, Irlandia, Prancis, Jerman, dan Australia pada 5 Oktober.
Melalui Googlebook, Google kini mencoba membangun pengalaman laptop yang lebih erat dengan ekosistem Android. Alih-alih hanya mengandalkan pendekatan laptop tradisional, Google menggabungkan aplikasi Android, Chrome, integrasi ponsel, serta Gemini dalam satu platform baru yang ditujukan untuk aktivitas kerja, kreativitas, dan penggunaan sehari-hari.