Tinggal di Kos dengan Gaji Mepet, Ini 5 Tips agar Lebih Hemat
- google image
Olret – Tinggal di kos sambil mengandalkan gaji bulanan yang pas-pasan memang membutuhkan strategi tersendiri. Setelah membayar uang kos, membeli makan, membayar transportasi, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, sisa uang terkadang terasa semakin tipis. Apalagi jika ada kebutuhan mendadak yang tidak masuk dalam anggaran.
Meski begitu, menghemat pengeluaran bukan berarti harus hidup serba kekurangan. Dengan mengatur prioritas dan mengubah beberapa kebiasaan, kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan tanpa terlalu khawatir menjelang akhir bulan.
1. Pisahkan Uang Begitu Gajian
Jangan menunggu sampai pertengahan bulan untuk menghitung sisa uang. Begitu gaji masuk, langsung pisahkan dana untuk kebutuhan utama seperti biaya kos, makan, transportasi, tagihan, dan bantuan keluarga jika ada.
Setelah itu, tentukan batas pengeluaran untuk kebutuhan tambahan. Cara ini membantu kamu mengetahui berapa uang yang benar-benar bisa digunakan untuk jajan atau hiburan.
Jika memungkinkan, sisihkan sedikit uang untuk tabungan dan dana darurat sejak awal, meskipun nominalnya belum besar.
2. Kurangi Kebiasaan Membeli Makan Secara Impulsif
Membeli makanan di luar memang praktis, terutama setelah lelah bekerja. Namun, pengeluaran kecil yang dilakukan setiap hari bisa menumpuk tanpa disadari.
Cobalah membawa bekal beberapa kali dalam seminggu atau menyiapkan makanan sederhana di kos. Telur, tempe, tahu, sayuran, dan bahan makanan lain yang mudah diolah bisa menjadi pilihan ekonomis.
Kamu tidak harus memasak setiap hari. Mengombinasikan masakan sendiri dengan membeli makanan di luar sesuai anggaran juga bisa menjadi solusi yang realistis.
3. Buat Batas Pengeluaran Harian
Anggaran bulanan terkadang terasa abstrak sehingga uang lebih mudah habis. Untuk mengatasinya, bagi anggaran kebutuhan variabel menjadi jatah mingguan atau harian.
Misalnya, jika uang untuk makan dan kebutuhan harian sebesar Rp900 ribu per bulan, kamu bisa menjadikannya sekitar Rp225 ribu per minggu. Sesuaikan angka tersebut dengan kebutuhan dan harga di tempat tinggalmu.
Catat pengeluaran melalui aplikasi pencatat keuangan atau cukup menggunakan notes di ponsel. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui kebiasaan mana yang perlu diperbaiki sebelum uang habis.