Tersandung Distorsi Sejarah, Sutradara Drama "Perfect Crown" Angkat Bicara
- Sports Donga, MBC Drama
Olret – Sutradara Park Joonhwa akhirnya menanggapi gelombang kritik yang menerpa drama Perfect Crown. Dalam sesi wawancara pasca episode final pada Selasa lalu, Park mengungkapkan penyesalan mendalam dari tim produksi seperti dikutip dari laman The Korea Times pada Rabu (20/5/2026) malam.
“Penulisnya mengalami masa yang sangat sulit,” ujar Park Joonhwa. “Mereka menyesal telah membuat penonton merasa tidak nyaman dan saat ini sedang melalui situasi yang berat terkait kontroversi drama Perfect Crown ini.”
“Perfect Crown” yang tayang di saluran MBC ini sebenarnya berlatar di versi alternatif Korea modern yang masih menganut sistem monarki konstitusional. Meski awalnya penonton memaklumi drama ini sebagai fantasi romantis, kritik tajam mulai berdatangan. Penonton menilai tim produksi gagal membangun lini masa fiksi yang meyakinkan, padahal cerita sejarahnya sudah melenceng sejak 200 tahun lalu.
Kontroversi Kostum dan Isu Geopolitik
Puncak kontroversi terjadi pada adegan penobatan Pangeran Agung Ian (ditulis juga sebagai Lee Ahn) yang diperankan oleh aktor Byeon Wooseok. Netizen menyoroti bahwa kostum kerajaan dan bahasa upacara yang digunakan justru menyerupai protokol historis negara bawahan Kekaisaran China, alih-alih menyimbolkan kedaulatan Kekaisaran Korea yang merdeka.
Guru sejarah kenamaan Korea, Choi Taesung, turut melayangkan kritik keras secara terbuka di media sosialnya.
“Aku berharap para produser menghormati para sejarawan. Mengapa mereka rela menghabiskan ratusan juta won untuk bayaran aktor, tetapi enggan mengeluarkan sebagian kecil dari itu untuk riset sejarah?” tulis Choi Taesung melalui akun media sosialnya.
Senada dengan hal tersebut, Profesor Seo Kyungduk memperingatkan dampak jangka panjang dari kecerobohan ini. Menurutnya, kesalahan representasi budaya tersebut rentan dimanfaatkan oleh Northeast Project (sebuah proyek penelitian sejarah sepihak dari China yang kerap mengklaim sejarah dan budaya Korea).
Bayang-Bayang Kasus "Joseon Exorcist"
Boikot publik ini mengingatkan netizen pada nasib tragis drama SBS “Joseon Exorcist” pada tahun 2021 lalu. Kala itu, drama tersebut langsung dibatalkan total hanya setelah menayangkan dua episode akibat distorsi sejarah serupa, yang berujung pada penarikan sponsor besar-besaran.