Kopi dan Sakit Perut: Kapan Harus Dihindari?

Menu sarapan dengan roti dan kopi
Sumber :
  • Pexels/Valeria Boltneva

Olret – Orang yang memiliki masalah perut tidak harus berhenti minum kopi sepenuhnya, tetapi mereka perlu menyesuaikan jenis kopi, jumlah yang mereka minum, dan waktu konsumsinya.

Tidak semua orang yang mengalami sakit perut perlu berhenti minum kopi sepenuhnya, tetapi mereka yang menderita gastritis, tukak lambung, refluks, nyeri epigastrik, atau perut sensitif sebaiknya membatasi dan menyesuaikan konsumsi kopi mereka untuk menghindari memburuknya gejala.

Bagaimana kopi memengaruhi lambung?

Kanker Lambung dan Usus Besar

Photo :
  • 24h.com.vn

Kopi tidak hanya mengandung kafein tetapi juga banyak senyawa bioaktif seperti asam klorogenik, katekol, N-alkanoil-5-hidroksitriptamida, dan zat-zat yang rasanya pahit. Zat-zat ini dapat merangsang lambung untuk meningkatkan sekresi asam klorida, sekaligus meningkatkan motilitas usus dan merelaksasi sfingter esofagus bagian bawah – "katup" yang mencegah refluks asam ke kerongkongan.

Ketika kadar asam meningkat, orang dengan lambung sensitif atau mereka yang menderita kondisi seperti gastritis, tukak lambung, atau penyakit refluks gastroesofagus sering mengalami rasa panas di dada, nyeri tumpul, kembung, sendawa, atau mual setelah minum kopi.

Menurut ulasan yang diterbitkan dalam jurnal Nutrients oleh ahli saraf Prancis Astrid Nehlig, efek kopi yang paling jelas pada sistem pencernaan adalah peningkatan sekresi asam lambung, stimulasi sekresi empedu, dan peningkatan motilitas usus besar. Namun, bukti mengenai apakah kopi secara langsung menyebabkan tukak lambung masih kontroversial.

Apakah kopi menyebabkan tukak lambung?

dr. Zaidul Akbar menjelaskan manfaat minum kopi.

Photo :
  • Ist

Banyak orang percaya bahwa minum kopi adalah penyebab utama tukak lambung, tetapi studi epidemiologi belum membuktikan hubungan langsung ini.

Saat ini, para ahli percaya bahwa penyebab utama tukak lambung masih infeksi Helicobacter pylori, penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang berlebihan, atau stres berkepanjangan. Kopi terutama memperburuk gejala pada orang yang sudah memiliki kondisi pencernaan yang mendasarinya daripada menyebabkan tukak baru.

Sebuah studi di Jepang terhadap lebih dari 2.500 orang sehat tidak menemukan hubungan signifikan antara konsumsi kopi dan risiko tukak lambung atau duodenum. Ini menunjukkan bahwa tidak semua orang yang minum kopi akan mengalami masalah perut.

Siapa yang Sebaiknya Membatasi Konsumsi Kopi?