3 Cara Anda Mungkin Menyabotase Jadwal Tidur Sendiri
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Olret – Beberapa kebiasaan yang dapat memengaruhi kualitas tidur Anda antara lain tidur siang dalam durasi yang lama, jadwal tidur yang tidak konsisten, efek samping obat-obatan, dan lain sebagainya.
Menurut sebuah tinjauan tahun 2019, gangguan tidur telah menjadi semacam epidemi kesehatan masyarakat yang tersembunyi dalam beberapa tahun terakhir.
Hal ini mungkin berkaitan dengan apa yang Anda lakukan saat terjaga. Simak terus untuk mengetahui kebiasaan sehari-hari apa saja yang mungkin mengganggu kualitas tidur Anda.
Cahaya Siang dan Cahaya Biru
“Cahaya matahari merupakan salah satu isyarat terpenting yang memberi tahu otak kita bahwa sudah waktunya untuk bangun, sementara berkurangnya intensitas cahaya menjadi sinyal bagi tubuh kita untuk bersiap tidur,” ujar Mairav Cohen-Zion, kepala bagian sains di dayzz.
Cohen-Zion menyarankan untuk mendapatkan paparan sinar matahari setidaknya selama 20 hingga 30 menit di pagi hari, serta menghindari paparan cahaya biru dalam kurun waktu 2 jam sebelum waktu tidur.
“Paparan cahaya biru yang berlebihan di siang hari tidak memengaruhi siklus tidur kita,” kata psikolog tidur Samina Ahmed Jauregui. “Namun, paparan cahaya biru yang berlebihan di malam hari dapat menunda produksi melatonin.”
Tidur Siang yang Lama
“Batasi durasi tidur siang,” saran Victoria Wildhorn, seorang pakar kesehatan tidur di Mattress Clarity. “Jika Anda tidur siang cukup lama hingga terlelap dalam, akan lebih sulit untuk bangun dari tidur tersebut, dan Anda pun akan lebih sulit untuk tertidur pada malam harinya.”
Menurut Jauregui, durasi ideal untuk tidur siang adalah 15 hingga 20 menit.
“Tidur siang yang terlalu lama atau dilakukan terlalu sore (setelah pukul 3 sore) dapat mengurangi dorongan untuk tidur, sehingga membuat Anda lebih sulit untuk mulai tidur atau tetap tertidur,” ujar Jauregui.
Diet
Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa pola makan yang rendah serat serta tinggi lemak jenuh dan gula tambahan dikaitkan dengan kualitas tidur yang lebih buruk.
Studi tersebut menemukan bahwa kualitas tidur yang lebih baik dikaitkan dengan pola makan yang rendah lemak jenuh dan tinggi: