Wegovy dan Depresi: Adakah Kaitannya?

Kaitan antara Wegovy dan depresi
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Selain itu, dalam sebuah studi tahun 2026, orang yang menggunakan obat golongan GLP-1 yang mengandung semaglutide memiliki risiko lebih rendah terhadap perburukan gejala kesehatan mental, termasuk depresi serta pikiran atau perilaku untuk bunuh diri. 

Secara khusus, semaglutide dikaitkan dengan penurunan risiko gejala depresi, kecemasan, dan gangguan penggunaan zat.

Berdasarkan penelitian baru ini, FDA meminta penghapusan keterangan mengenai depresi atau pikiran untuk bunuh diri dari informasi label pada obat-obatan GLP-1 tertentu, termasuk Wegovy.

Apakah Wegovy Aman bagi Orang dengan Riwayat Depresi

Sebuah uji klinis menemukan bahwa semaglutide aman bagi penderita gangguan depresi berat (yang sering disebut sebagai “depresi”), tanpa memberikan dampak signifikan terhadap gejala depresi maupun gagasan untuk bunuh diri. 

Namun, berbagai faktor dapat berkontribusi terhadap depresi, seperti riwayat depresi pada diri sendiri atau keluarga. Selain itu, faktor-faktor tersebut bisa berbeda-beda pada setiap orang.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya memberi tahu tenaga kesehatan profesional mengenai riwayat pribadi atau keluarga terkait depresi, kecemasan, pikiran untuk bunuh diri, maupun kondisi kesehatan mental lainnya yang Anda miliki. 

Diskusikan pula pengobatan atau perawatan kesehatan mental apa pun yang sedang Anda jalani saat ini. Dengan demikian, Anda dapat bersama-sama menentukan apakah Wegovy aman untuk Anda gunakan.

Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Depresi yang Saya Alami Berkaitan dengan Wegovy

Jika Anda menggunakan atau mengonsumsi Wegovy dan menyadari adanya peningkatan gejala depresi, bicarakanlah dengan tenaga kesehatan Anda. 

Mereka dapat membantu mengevaluasi apakah perubahan suasana hati tersebut mungkin berkaitan dengan pengobatan yang dijalani, kondisi kesehatan yang mendasarinya, atau faktor-faktor lainnya.

Jadi itulah penjelasan mengenai Wegovy dan depresi, adakah kaitannya. Laporan-laporan sebelumnya menunjukkan bahwa obat-obatan golongan GLP-1, seperti Wegovy, mungkin menyebabkan depresi atau pikiran untuk bunuh diri. Namun, penelitian lebih lanjut tidak menunjukkan adanya keterkaitan antara penggunaan obat GLP-1 dengan peningkatan gejala kesehatan mental.