Cara Memulai Hubungan Baik dengan Makanan

Memulai hubungan baik dengan makanan
Sumber :
  • https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images

Olret – Hubungan yang baik dengan makanan berarti memberikan izin tanpa syarat kepada diri sendiri untuk makan, tanpa rasa bersalah atau pelabelan makanan sebagai sesuatu yang “baik” maupun “buruk”.

Hubungan yang bermasalah dengan makanan sering kali ditandai dengan adanya aturan makan yang ketat, kebiasaan menghitung kalori, mengabaikan sinyal lapar, atau merasa stres saat harus makan di depan orang lain.

Mulailah membangun kembali kebebasan dalam berhubungan dengan makanan dengan cara makan saat merasa lapar, menerapkan pola makan penuh kesadaran (mindful eating), dan menerima semua jenis makanan. Dukungan dari tenaga profesional dapat sangat membantu.

Memiliki hubungan yang baik dengan makanan berarti Anda memberikan izin tanpa syarat kepada diri sendiri untuk mengonsumsi makanan yang membuat Anda merasa nyaman, baik secara fisik maupun mental. 

Tidak ada makanan yang dilarang, dan Anda tidak merasa bersalah saat menyantap makanan yang biasanya dilabeli sebagai makanan “baik” atau “buruk”.

Membangun hubungan yang baik dengan makanan bukanlah sesuatu yang bisa dicapai dalam semalam. 

Sebaliknya, ini adalah proses yang mungkin perlu Anda upayakan sepanjang hidup, sama seperti saat Anda berupaya menjaga hubungan dengan pasangan, teman, atau orang-orang berarti lainnya dalam hidup Anda.

Cara Mulai Membangun Hubungan yang Baik dengan Makanan

Berharap akan adanya perubahan adalah satu hal, namun berupaya secara aktif untuk mewujudkan perubahan tersebut adalah hal yang berbeda.

Pertama, ingatlah bahwa Anda adalah individu yang mandiri. Anda memiliki riwayat tersendiri terkait makanan, preferensi makanan pribadi, dan sepenuhnya berhak untuk menjalani proses ini dengan cara yang paling sesuai bagi Anda.

Meski demikian, berikut adalah beberapa kiat yang mungkin bermanfaat.

1. Berikan diri Anda izin tanpa syarat untuk makan

Salah satu tanda hubungan yang baik dan sehat dengan makanan adalah memberikan izin tanpa syarat kepada diri sendiri untuk makan.

Saat Anda menetapkan aturan mengenai kapan Anda boleh atau tidak boleh makan, Anda justru memicu rasa lapar, perasaan kekurangan, serta rasa takut terhadap makanan.