Cara Memulai Hubungan Baik dengan Makanan
- https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images
Entah Anda makan terlalu banyak saat makan siang atau menyantap beberapa kue tambahan sebagai hidangan penutup, Anda tetap berhak untuk makan saat merasa lapar atau menginginkannya.
Tubuh Anda berhak mendapatkan asupan makanan, kapan pun itu dan dalam situasi apa pun.
2. Makanlah saat Anda lapar
Setiap orang terlahir dengan kemampuan alami untuk mengatur rasa lapar mereka. Hal ini dapat terlihat pada anak-anak, yang mampu mengenali dengan mudah kapan mereka merasa lapar atau kenyang.
Namun, seiring bertambahnya usia, seseorang mulai kehilangan kemampuan ini karena berbagai alasan.
Terlepas dari upaya terbaik orang tua Anda, seberapa sering mereka meminta Anda untuk menghabiskan makanan di piring?
Meskipun niat mereka baik, hal ini secara tidak langsung mengajarkan Anda saat masih kanak-kanak untuk mengabaikan sinyal kenyang dari tubuh sendiri dan terus makan sampai ada petunjuk lain (seperti piring yang sudah kosong) yang memberi tahu Anda bahwa waktu makan telah usai.
Bersamaan dengan itu, budaya diet telah mengajarkan orang untuk mengandalkan jumlah kalori yang ditetapkan secara sewenang-wenang sebagai penanda kapan mereka harus berhenti makan untuk hari itu, alih-alih makan sampai mereka merasa puas.
Meski demikian, semakin Anda mampu kembali mendengarkan sinyal lapar alami tubuh, semakin baik pula Anda dapat mengatur nafsu makan serta mengelola asupan makanan Anda.
3. Praktikkan pola makan penuh kesadaran (mindful eating)
Makan dengan penuh kesadaran (mindful eating) telah menjadi landasan utama untuk memperbaiki hubungan yang buruk dengan makanan.
Praktik ini melibatkan kegiatan makan yang dilakukan pada saat ini, dengan menghadirkan diri sepenuhnya dalam pengalaman makan tersebut.
Saat Anda makan dengan penuh kesadaran (mindful eating), Anda makan tanpa gangguan lain, seperti ponsel, televisi, buku, dan sebagainya.
Sebaliknya, Anda meluangkan waktu untuk mengamati berbagai hal secara saksama, seperti rasa dan tekstur makanan, perubahan sinyal lapar dan kenyang dalam diri Anda, serta seberapa besar Anda menikmati makanan tersebut.
Belajar untuk makan lebih perlahan dan menikmati makanan yang Anda santap dapat membantu Anda mengetahui makanan apa yang benar-benar Anda sukai, sekaligus membuat Anda lebih peka terhadap pengaturan rasa lapar dan kenyang alami tubuh Anda.