6 Fakta Unik Klan Hatake, Klan Jenius yang Hampir Punah

Sakumo Hatake
Sumber :
  • youtube

Rahasia ketakutan musuh kepada Sakumo berasal dari pedang ini. Saat pengguna dari klan Hatake mengalirkan cakra mereka ke dalam bilahnya, pedang tersebut akan memancarkan cahaya putih murni yang sangat menyilaukan. Itulah asal-usul julukan Taring Putih.

img_title Kehidupan Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran: Tekad Untuk Menghadapi AS Hingga Akhir

Pedang ini kemudian diwariskan kepada Kakashi muda setelah kematian Sakumo. Kakashi membawanya ke mana-mana sebagai pengingat akan ayahnya. Namun secara simbolis, Masashi Kishimoto membuat keputusan yang brilian pada Perang Dunia Shinobi Ketiga, tepatnya saat misi di Jembatan Kannabi.

Kakashi bertarung mati-matian melawan ninja Iwagakure bernama Kakko demi menyelamatkan Rin dan Obito, dan dalam benturan yang keras, pusaka legendaris ini patah menjadi dua. Patahnya pedang ini melambangkan bahwa masa lalu klan Hatake sudah usai. Kakashi harus berhenti hidup di bawah bayang-bayang ayahnya dan mulai menempa jalan ninjanya sendiri.

img_title Negara Islam dan Negara Sekuler dalam Dinamika Fiqih Siyasah dan Ketatanegaraan Modern

6. Ciri fisik dan makna filosofis di balik nama Hatake.

Kakashi Hatake

Photo :
  • google image

img_title Keteladanan Kepemimpinan Rasulullah SAW dan Fondasi Negara Madinah dalam Perspektif Hukum dan Konstitusi

Meskipun sampelnya cuma dua orang, kita bisa melihat bahwa genotip klan Hatake itu sangatlah dominan. Ciri khas utama mereka adalah rambut berwarna perak atau putih terang yang mencolok sejak lahir serta bentuk wajah oval yang proporsional. Kilatan rambut perak mereka selalu menjadi pertanda buruk bagi musuh yang melihatnya.

etapi yang bikin mind blowing adalah arti dari nama mereka. Kata "Hatake" dalam bahasa Jepang secara harfiah diterjemahkan sebagai ladang pertanian atau sawah, dan arti dari "Kakashi" adalah orang-orangan sawah.

Jika digabungkan, Kakashi Hatake berarti orang-orangan di ladang sawah. Coba bayangkan tugas seekor orang-orangan sawah: dia ditancapkan sendirian di tengah ladang yang luas, dia tidak pernah dipuji, dia dibiarkan kepanasan di bawah terik matahari dan kedinginan saat hujan badai turun.

Tugasnya cuma satu, yaitu menakut-nakuti hama burung gagak yang mencoba merusak hasil panen. Itulah metafora paling sempurna untuk klan Hatake. Konoha adalah ladangnya, penduduk desa adalah hasil panennya. Klan Hatake tidak butuh pujian, tidak butuh jabatan di dewan desa, tidak butuh sorotan politik.

Mereka rela berdiri sendirian di tengah badai, memikul beban kebencian, menakut-nakuti musuh dari luar, lalu menderita dalam diam demi memastikan generasi penerus Konoha bisa tumbuh dengan selamat.

Halaman Selanjutnya
img_title