Tobi: Penyamaran Paling Brutal di Naruto
- youtube
Olret – Di paruh pertama series Naruto Shippuden, kita kenal satu karakter yang murni bertingkah kayak badut penghibur. Karakter itu adalah Tobi. Dia masuk ke Akatsuki pakai topeng oren yang berpusar, punya suara melengking, dan kelakuannya cuman kayak anak baru kocak yang selalu mengganggu Deidara.
Sebagai penonton kita tertawa melihat tingkahnya, tapi setelah identitas aslinya terbongkar di akhir cerita, sebuah fakta mental yang sangat brutal terungkap. Tobi adalah Obito Uchiha, pria yang sama yang meratakan pasukan Kirigakure sendirian. Pria yang memeluk mayat wanita yang paling ia cintai di tengah lautan darah, dan pria yang menghabisi gurunya sendiri yaitu Minato Namikaze, dan juga pria yang menghancurkan Desa Konoha.
Melihat semua trauma gelap yang ia alami, bagaimana mungkin Obito sanggup berakting konyol bertahun-tahun tanpa meledak amarahnya? Bagaimana dia bisa mematikan emosinya dan juga bersandiwara sesempurna dan sekonyol itu?
Jadi di video dari Youtube QIYABETSU OFFICIAL telah membedah alasan taktis, strategi mata-mata, dan sumber inspirasi sakit jiwa di balik topeng Tobi. Kita akan membongkar bagaimana kelakuan konyol ini sebenarnya adalah strategi manipulasi paling jenius di dalam sejarah dunia Naruto.
Beban Besar dari Nama Madara
Obito
- youtube
Sebelum membedah mentalnya, kita harus melihat keputusan ini dari sudut pandang taktik. Kenapa Obito tidak langsung saja mengumumkan ke dunia jika dirinya adalah Madara Uchiha sejak awal?
Jawabannya ada pada beban nama besar tersebut. Ohnoki pernah bilang jika nama Madara itu sendiri adalah sebuah kekuatan mutlak, dan di era masa lalu, kelima negara besar sampai rela membuang gengsi dan membentuk aliansi murni cuman karena nama ini disebut sebagai musuh besar.
Jika Obito langsung mengaku sebagai Madara sebelum Akatsuki punya kekuatan tempur yang cukup dan sebelum mereka berhasil mengumpulkan mayoritas Bijuu, apa yang akan terjadi? Kelima desa besar seperti Konoha, Suna, Kumo, Iwa, dan Kiri akan langsung menghentikan ketegangan mereka. Mereka akan langsung mengirim pasukan gabungan untuk memburu Obito ke ujung bumi. Rencana Mugen Tsukuyomi akan hancur berantakan sebelum sempat dimulai.