Trauma Masa Lalu Bisa Bikin Susah Jatuh Cinta Lagi, Begini Solusinya
Olret – Tidak semua orang yang sulit jatuh cinta lagi sebenarnya sudah benar-benar move on. Ada juga yang terlihat biasa saja di luar, tapi diam-diam masih takut membuka hati karena pengalaman masa lalu.
Pernah disakiti, dikhianati, ditinggalkan, atau menjalani hubungan yang melelahkan secara emosional bisa meninggalkan luka yang tidak langsung hilang. Akibatnya, saat ada orang baru yang datang, hati justru jadi lebih waspada daripada antusias.
Muncul pikiran seperti takut kecewa lagi, takut terlalu berharap, atau takut mengulang rasa sakit yang sama.
Kalau pernah merasakan hal seperti itu, kondisi ini sebenarnya cukup wajar secara psikologis.
Trauma Emosional Membuat Otak Jadi Lebih Waspada
Saat seseorang mengalami pengalaman menyakitkan dalam hubungan, otak akan menyimpan memori tersebut sebagai bentuk perlindungan diri.
Itulah kenapa setelah mengalami heartbreak atau hubungan toxic, banyak orang jadi lebih sulit percaya pada orang baru. Otak otomatis mencoba menghindari rasa sakit yang sama agar tidak terulang lagi.
Menurut psikolog John Bowlby lewat teori attachment, pengalaman emosional di masa lalu bisa memengaruhi cara seseorang membangun hubungan di masa depan.
Akibatnya, ada orang yang jadi lebih mudah overthinking, takut terlalu dekat, atau memilih menjaga jarak meski sebenarnya ingin dicintai lagi.
Bukan Tidak Ingin Cinta, Tapi Takut Terluka Lagi
Banyak orang salah paham dan mengira seseorang yang sulit membuka hati berarti sudah tidak percaya cinta.
Padahal kenyataannya, mereka sering kali masih ingin punya hubungan yang hangat dan nyaman. Hanya saja, rasa takut terluka lebih besar daripada rasa ingin memulai lagi.
Karena itu, saat mulai nyaman dengan seseorang, muncul dorongan untuk menjauh secara tiba-tiba. Ini yang membuat banyak orang terlihat dingin atau cuek, padahal sebenarnya hanya sedang melindungi dirinya sendiri.
Luka Lama Bisa Terbawa ke Hubungan Baru
Kalau luka emosional tidak benar-benar diselesaikan, dampaknya bisa terbawa ke hubungan berikutnya.
Seseorang jadi mudah curiga, sulit percaya, takut ditinggalkan, atau terlalu sensitif terhadap perubahan kecil. Hal sederhana seperti chat yang dibalas lama saja bisa memicu banyak pikiran di kepala.